AMBON –
**Borneonews - Ambon**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku menginformasikan bahwa mereka memerlukan sebanyak 21.217 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk menyukseskan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dijadwalkan pada tahun 2024. Ketua Divisi Sumber Daya Manusia, Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Maluku, Wawan Kurniawan, menjelaskan bahwa kebutuhan anggota KPPS bervariasi di setiap daerah. Beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) hanya memerlukan dua atau tiga anggota. Oleh karena itu, meskipun total yang dibutuhkan mencapai 21.217, angka tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik di masing-masing TPS. Wawan juga menambahkan, setiap TPS yang jumlahnya mencapai 3.301, biasanya membutuhkan tujuh orang per TPS. Namun, pada kesempatan pendaftaran kali ini, mereka diminta untuk mendaftar lebih dari dua kali lipat dari jumlah kebutuhan normal, yaitu sebanyak 14 orang. Perlu dicatat bahwa tidak seluruh TPS di 118 kecamatan di Maluku memiliki kebutuhan serupa untuk anggota KPPS. Dalam upaya ini, KPU Maluku menempatkan prioritas pada perekrutan anggota KPPS dari kalangan usia muda. Kebijakan ini diambil sebagai upaya untuk mengurangi risiko kematian yang dapat terjadi selama bertugas. Meskipun batas usia pendaftar ditetapkan antara 17 hingga 55 tahun, pertimbangan lebih pada pendaftar usia muda dianggap penting untuk menjaga kesehatan para petugas selama pemilihan. Sikap ini diambil setelah dilakukan evaluasi terhadap pemilu sebelumnya. Banyak petugas KPPS yang berusia lanjut mengalami kendala kesehatan saat melaksanakan tugas. Oleh karena itu, dalam proses pendaftaran anggota KPPS, KPU mewajibkan setiap calon pendaftar untuk melampirkan surat keterangan sehat dari dokter atau puskesmas sebagai syarat pendaftaran. KPU Maluku mengungkapkan bahwa pendaftaran anggota KPPS telah dibuka dari tanggal 17 hingga 28 September 2024. Saat ini, mereka sedang melakukan verifikasi dokumen pendaftaran di tingkat kabupaten dan kota, yang merupakan bagian dari proses persiapan Pilkada mendatang. ANTARA