MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) telah melakukan pemeriksaan terhadap seorang manajer dari *The Plaza Karaoke & Lounge* yang berinisial AW, sehubungan dengan dugaan adanya penampilan penari erotis di tempat hiburan tersebut. Kepala Subdirektorat IV Reserse Kriminal Umum Polda NTB, AKBP Ni Made Pujawati, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan terhadap AW adalah bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung. Menurut Pujawati, pemanggilan ini bertujuan untuk mendapatkan keterangan tambahan yang diperlukan untuk berita acara interogasi. “Ya, hari ini kami memeriksa manajer operasionalnya, yang bernama AW. Ini adalah langkah klarifikasi untuk lebih memperjelas situasi yang terjadi," ungkapnya. Pemeriksaan terhadap AW berlangsung dari pukul 10.00 WITA hingga 15.30 WITA. Pujawati menjelaskan bahwa klarifikasi yang diminta berkaitan dengan aksi penari yang terekam dalam sebuah video viral berdurasi 5 detik. Dalam video tersebut, penari yang hanya mengenakan pakaian dalam tampak jelas di lokasi yang memiliki tanda logo *The Plaza Karaoke & Lounge*. Aksi penari ini diduga terjadi di aula lantai dasar tempat hiburan tersebut pada malam hari. Pujawati mencatat bahwa selama proses penyelidikan yang berlangsung hingga kini, pihak kepolisian telah memanggil empat orang untuk dimintai keterangan, termasuk AW. “Dalam perjalanan kasus ini, kami telah melakukan pengumpulan data dan sudah ada dokumen bukti yang kami peroleh,” tegasnya. Selanjutnya, pihak kepolisian akan menilai kemajuan kasus dan merumuskan langkah-langkah tindak lanjut yang diperlukan. “Nantinya, kami akan melakukan evaluasi terhadap hasil penyelidikan untuk menentukan langkah apa yang perlu diambil,” tambahnya. Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Pol. Syarif Hidayat, telah mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mendapatkan video yang beredar luas di media sosial, serta melakukan klarifikasi terhadap tiga perempuan yang diduga terlibat sebagai penari dalam video tersebut. “Kami sudah mengantongi video itu dan telah meminta keterangan dari ketiga penari yang terlibat,” jelas Syarif. ANTARA