JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Puskesmas Kecamatan Menteng, yang terletak di Jakarta Pusat, kini menyediakan layanan pemeriksaan kanker serviks melalui metode *inspeksi visual asam asetat* (IVA) dengan menggunakan alat yang disebut *Amathea*. Alat ini diakui lebih mudah untuk dibawa oleh tenaga medis saat melakukan pemeriksaan di berbagai lokasi. Perawat dari Puskesmas Menteng, Resza Putri, menjelaskan bahwa sebelumnya pelaksanaan pemeriksaan IVA terbilang rumit. Alat dan perlengkapan yang diperlukan seperti tempat tidur, tirai pembatas, dan senter kepala berukuran besar harus dibawa. Hal ini menyulitkan petugas saat melakukan pemeriksaan di balai-balai RW atau lingkungan masyarakat. Dalam acara Jakarta Innovation Days (JID) Expo 2024, Resza mengungkapkan optimisme bahwa alat ini akan membuat proses lebih sederhana dan lebih fleksibel ketika dibawa ke lokasi pemeriksaan. *Amathea* dirancang dengan desain inovatif yang menyerupai kursi, dilengkapi dengan berbagai peralatan pemeriksaan yang diperlukan. Dengan alat ini, para tenaga medis dapat dengan mudah melakukan pemeriksaan di masyarakat, sehingga lebih banyak perempuan akan memiliki kesempatan untuk melakukan deteksi awal kanker serviks. Resza menambahkan bahwa mereka dapat menggunakan mobil APV atau ambulans untuk keperluan tersebut dan biasanya menjadwalkan pemeriksaan ke Posbindu atau Posyandu dua kali dalam sebulan. Pemeriksaan IVA sangat penting untuk mendeteksi kanker serviks di tahap awal, sehingga memungkinkan penanganan dan pencegahan yang lebih efektif. Disarankan bagi perempuan yang telah melakukan hubungan intim, mempunyai riwayat infeksi menular seksual, dan belum mengalami menopause untuk menjalani pemeriksaan ini. Bagi yang sedang haid, dianjurkan agar pemeriksaan dilakukan pada akhir periode menstruasi atau saat hanya mengalami flek. Perubahan dalam prosedur pemeriksaan juga diungkapkan oleh dr. Kiki dari Puskesmas Menteng. Dia menjelaskan bahwa kini tidak ada larangan bagi wanita untuk berhubungan seksual dalam waktu 48 jam sebelum pemeriksaan, asalkan area tersebut dibersihkan dengan baik. Teknologi saat ini memungkinkan dokter untuk membedakan spesimen vagina dari sperma dengan lebih akurat. Puskesmas Menteng tidak membebankan biaya kepada warga untuk pemeriksaan IVA, yang merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan angka partisipasi. dr. Kiki merekomendasikan agar setiap wanita melakukan pemeriksaan setidaknya sekali dalam setahun. Bagi warga Jakarta atau karyawan yang ingin melakukan pemeriksaan IVA, mereka dapat menghubungi Puskesmas secara resmi untuk menjadwalkan pemeriksaan di lokasi mereka. Durasi pemeriksaan IVA sendiri berkisar antara 10 hingga 15 menit dan hanya akan menimbulkan rasa tidak nyaman. Meskipun beberapa ibu masih memiliki trauma terkait proses melahirkan, alat yang digunakan kini jauh lebih kecil dan sekali pakai, sehingga mengurangi ketidaknyamanan yang dirasakan. Meskipun pihak Puskesmas Menteng mencatat bahwa sekitar 970 wanita telah menjalani tes IVA sejak Januari hingga September 2024, dr. Kiki mengungkapkan bahwa angka ini masih jauh dari target yang ditetapkan sebanyak 14.000 wanita dalam tiga tahun ke depan. Namun, dia optimis bahwa angka partisipasi ini menunjukkan peningkatan dan berharap Puskesmas Menteng dapat mencapai target tersebut dalam waktu yang ditentukan. ANTARA