BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kecelakaan lalu lintas pengendara bermotor sering terjadi di jalan Ahmad Yani Mulai dari Kilometer 1 hingga Bundaran Pangkalan Lima. Kecelakaan lalu lintas lantas tersebut rata-rata terjadi antara roda dua dan roda empat (mobil).

Kasat Lantas Polres Kobar AKP l Kadek Vemil mencatat, selama Juli 2016 ada 12 jumlah kejadian kecealakaan lalu lintas yang menelan kerugian hingga Rp146 juta. Dengan korban meninggal dunia dua orang, luka berat dua orang, dan luka ringan 11 orang.

"Di jalan Ahmad Yani sering terjadi lakalantas, dari jumlah 12 laka itu kebanyakan terjadi di jalan tersebut," kata Kadek, Senin (15/8/2016)

Sementara itu, sejak Januari 2016, lakalantas di wilayah Kotawaringin Barat sebanyak 73 jumlah kejadian. Korban meninggal dunia 14 orang, luka berat 14 orang, dan luka ringan 80 orang. "Kerugian akibat laka lantas ditaksir Rp284 juta lebih sejak Januari hingga sekarang," ujarnya.

Lakalantas itu terjadi akibat pengendara tidak berhati-hati, banyak terjadi human error. Seperti yang terjadi pada pekan lalu. Seorang pengendara tewas setalah sepeda motornya ditabrak dari belakang oleh pengendara minibus yang melaju kencang dari arah Bundaran Pangkalan Lima ke Pangkalan Bun.

Minggu (13/8/2016) siang juga terjadi laka lantas antara sepeda motor dengan mobil pick up di jalan Ahmad Yani kilometer 7. Namun pengendara sepeda motor yang masuk ke bawah mobil hanya mengalami luka ringan dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Jalan tersebut juga merupakan akses darat lintas provinsi. Segala jenis kendaraan dengan kepentingan masing-masing melewati jalur tersebut.

"Banyak tikungan tajam juga, pengemdara harus lebih waspada dan yang paling penting menaati disiplin lalu lintas seperti kecepatan berkendara tidak boleh ugal-ugalan, perlengkapan keselamatan saat berkendara harus dipakai," jelas Kadek.

Ia berharap, para pengendra supaya lebih menjaga kedisiplinan supaya kejadian laka lantas dapat diminimalisir. (CECEP HERDI/m)