**Borneonews - Lubuk Basung**, Pemerintah Kabupaten Agam, yang terletak di Sumatera Barat, tengah melaksanakan rehabilitasi pada pasar ikan yang berada di Pasar Ahad Nagari atau Desa Koto Baru, Kecamatan Baso. Proyek ini direncanakan akan selesai pada tahun 2024, dengan tujuan utama untuk menyediakan pelayanan pangan yang lebih higienis bagi masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam, Rosva Deswira, menjelaskan bahwa rehabilitasi pasar ikan memiliki panjang 22 meter dan lebar 6,2 meter. Proses pembangunan tersebut sudah berjalan dan diperkirakan akan rampung dalam beberapa hari ke depan. "Pekerjaan hampir selesai dan kami targetkan dalam waktu dekat akan bisa digunakan," ungkapnya.
Untuk melaksanakan rehabilitasi ini, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp371,21 juta, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2024. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan berbagai fasilitas, termasuk meja untuk berjualan, lantai keramik, pagar, serta sumber air dan fasilitas penunjang lainnya.
Rosva menambahkan, selain rehabilitasi fisik pasar, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam juga berkomitmen untuk meningkatkan usaha para pedagang dengan memberikan bantuan peralatan berjualan. Sebanyak 23 petugas siap menerima berbagai perlengkapan, seperti *cool box* berkapasitas 100 liter dan 50 liter, serta sepatu bot, timbangan, dan baskom, yang masing-masing diberikan dalam jumlah yang sesuai.
"Bantuan peralatan ini akan disalurkan kepada 23 pedagang ikan yang beroperasi di pasar ini," tuturnya.
Sementara itu, Wali Nagari Koto Baru, Zuhdi, menyatakan bahwa dengan adanya rehabilitasi ini, diharapkan perdagangan ikan dapat dilakukan setiap hari. Sebelumnya, pedagang hanya beroperasi setiap hari Minggu. "Kini, dengan infrastruktur yang sudah diperbaiki dan dilengkapi pagar, dagangan mereka akan lebih aman untuk disimpan di pasar," ujarnya.
Zuhdi juga mengungkapkan bahwa terdapat 23 pedagang yang khusus menjual ikan air tawar dan ikan laut di pasar tersebut. Selain itu, di lokasi yang sama juga terdapat sekitar 230 pedagang yang berjualan di lapak dan 41 pedagang di kios. Dengan demikian, upaya rehabilitasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas fisik pasar, tetapi juga mendukung peningkatan ekonomi masyarakat di Koto Baru.
ANTARA
Rehabilitasi Pasar Ikan Koto Baru Tingkatkan Pelayanan Pedagang
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







