PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Asisten Perekonomian dan Pembangunan atau Ekbang Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah atau Setda Prov Kalteng, Sri Widanarni, menegaskan pentingnya data yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik atau BPS dalam mengatur kebijakan ekonomi di Kalimantan Tengah.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri penyampaian berita resmi statistik di Kantor BPS Kalteng pada Selasa, 1 Oktober 2024.

"Data dari BPS tersebut sangat berguna untuk menata perekonomian daerah agar inflasi bisa mencapai tingkat yang ideal, tidak terlalu tinggi namun juga tidak mengalami deflasi yang terlalu dalam," kata Sri.

Sri Widanarni menjelaskan bahwa penggunaan data BPS akan membantu pemerintah provinsi dalam membuat keputusan yang lebih tepat dan efektif. "Data yang akurat dan terkini dari BPS sangat penting untuk merumuskan kebijakan yang dapat menjaga stabilitas ekonomi," ujarnya lagi.

Dalam upaya mencapai inflasi yang ideal, Sri Widanarni menyatakan bahwa berbagai langkah strategis akan diambil.

"Kami akan memanfaatkan data BPS untuk memantau perkembangan ekonomi dan menyesuaikan kebijakan sesuai dengan kondisi yang ada," tambahnya.

Sri Widanarni juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mencapai tujuan ini.

"Kerja sama yang baik antara semua pihak sangat diperlukan untuk menciptakan kondisi ekonomi yang stabil dan berkelanjutan," jelasnya.

Selain itu, berbagai program dan kebijakan akan difokuskan pada sektor-sektor yang memiliki dampak signifikan terhadap inflasi.

"Kami akan memperkuat sektor pertanian, perdagangan, dan industri untuk memastikan pasokan barang dan jasa tetap stabil," ungkap Sri.

Dalam jangka panjang, Sri Widanarni berharap upaya ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah.

"Dengan inflasi yang terkendali, daya beli masyarakat akan meningkat dan perekonomian daerah akan semakin kuat," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)