**Borneonews - Purwokerto**, Pakar hukum dari Universitas Jenderal Soedirman, Prof Hibnu Nugroho, menilai bahwa serangan yang ditujukan kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin diduga merupakan usaha sistematis dari sekelompok individu untuk mereduksi kekuatan Kejaksaan Agung (Kejagung).
Menurut Prof Hibnu, serangan tersebut terkait erat dengan upaya Kejaksaan Agung yang aktif menangani kasus-kasus korupsi di Indonesia. Ia menyatakan, "Serangan kepada Jaksa Agung saat ini jelas berhubungan dengan intensitas Kejaksaan Agung dalam menanggulangi dugaan praktik korupsi, baik di sektor tambang, emas, gula, maupun garam."
Dalam pandangannya, meskipun Kejaksaan Agung berada dalam posisi bersih, ia mempertanyakan motivasi di balik serangan tersebut. Prof Hibnu berpendapat bahwa isu-isu terkait masa lalu diangkat kembali sebagai respons dari para pelaku korupsi yang berusaha melawan. "Serangan yang ditujukan kepada Jaksa Agung ini kemungkinan besar terinisiasi oleh orang-orang yang terpengaruh oleh tindakannya," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa dari lembaga tersebut, terjadi keselarasan dalam penanganan kasus korupsi. "Dengan tidak adanya kebocoran dari penanganan hukum, serta manajerial yang solid, Kejaksaan Agung mampu memberikan kepercayaan tinggi sebagai lembaga yang efektif dalam penegakan hukum di Indonesia," terangnya.
Prof Hibnu mengungkapkan bahwa Kejaksaan Agung saat ini memiliki reputasi yang baik dalam penanganan tindak pidana korupsi, mendapatkan nilai kepercayaan yang tinggi. Hal ini sejalan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang menegaskan bahwa Kejaksaan Agung dapat berfungsi sebagai cermin bagi penegakan hukum di Indonesia.
Ia menggarisbawahi bahwa serangan-serangan pribadi ini merupakan upaya untuk melemahkan kredibilitas Kejaksaan Agung. "Harus dipahami bahwa serangan yang bersifat pribadi ini dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian publik dari upaya penegakan hukum yang tengah dijalankan," lanjutnya.
Terkait dengan serangan-serangan yang berulang terhadap Jaksa Agung, Prof Hibnu mengindikasikan bahwa ini mungkin terus terjadi, mengingat sosok Jaksa Agung yang tidak menunjukkan indikasi penyalahgunaan kekuasaan ataupun anggaran. "Dengan manajemen yang baik, termasuk dalam sektor pencegahan korupsi, Jaksa Agung saat ini berada dalam posisi terdepan di Indonesia," tuturnya.
Ia berharap agar Kejaksaan Agung fokus dan istiqamah dalam upaya menanggulangi tindak pidana korupsi demi terciptanya Indonesia yang bersih dari praktik-praktik tersebut. Di sisi lain, jika serangan yang dilayangkan merupakan bentuk fitnah, Prof Hibnu menekankan bahwa hal ini memiliki konsekuensi hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Apabila itu terbukti fitnah, tentu tidak lepas dari sanksi hukum. Namun, tantangannya adalah menyikapi penyebaran informasi yang begitu cepat dan luas, sehingga energi tidak terbuang untuk menangani isu-isu yang bersifat pribadi," pungkasnya.
ANTARA
Dugaan Serangan terhadap Jaksa Agung untuk Melemahkan Kejagung
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Triple-double Embiid bawa 76ers Kalahkan Bucks 127-116
Wamen LH: Jaga Kelestarian Ekosistem Perairan Dimulai dari Daratan
Jet Tempur AS Cegat Pesawat umum Dekat Kediaman Trump di Florida
Peneliti Jepang Temukan Tutup Botol Bawa Ekosistem Laut Filipina
Wembanyama Bawa Spurs Kalahkan Mavericks 122-106
Imam Besar: Serangan Berulang ke Mekkah Bongkar Niat Kriminal Houthi
Komentar (0)
Memuat komentar…







