**Borneonews - Bandung**, Pada suatu sore di kawasan Tanimulya, Ngamprah, Bandung Barat, seorang pria paruh baya terlihat khusyuk memeriksa sejumlah kotak kayu kecil serta batang pohon besar yang digantung di depan kediamannya. Pria tersebut, Raden Ibrahim Somadinata, menyambut hangat kedatangan kami yang datang untuk mengamati rutinitasnya yang rupanya berkaitan dengan budidaya lebah sebagai sumber mata pencaharian.
Dengan senyuman yang tak pernah pudar dari wajahnya, Raden, yang kini berusia 59 tahun, adalah seorang penyandang tuna rungu dengan kemampuan berbicara yang jelas dan menggunakan alat bantu dengar. Meskipun ia adalah lulusan D3 Sastra Jepang dari Universitas Padjadjaran, pengalaman hidupnya tak terlepas dari tantangan yang dimiliki sejak awal kelahirannya.
Raden mengungkapkan bahwa pendengarannya terganggu akibat demam yang dialaminya pada tahun 1992, beberapa bulan setelah ia meraih gelar sarjana. Saat itu, dia diundang untuk membantu keponakannya dalam pameran kerajinan tangan di Jakarta. Namun, sepulang dari acara tersebut, ia mengalami demam tinggi yang mengharuskannya dirawat di rumah sakit Advent. Pada hari kesepuluh perawatannya, ia menyadari bahwa pendengarannya hilang, dan dokter mengonfirmasi bahwa hal tersebut terjadi akibat infeksi virus.
Meski dokter menawarkan opsi operasi, Raden dan keluarganya memutuskan untuk menggunakan alat bantu dengar. Keputusan tersebut didasari oleh pertimbangan risiko yang tinggi dan biaya yang tidak sedikit. "Dengan berbagai pertimbangan, kami memilih untuk tidak mengambil opsi operasi," kata Raden.
Kehilangan pendengaran di usia muda membuatnya menghadapi rasa percaya diri yang menurun. Meskipun ia meraih sertifikasi kemampuan berbahasa Jepang, kondisi fisiknya membuatnya ragu untuk melamar pekerjaan. Selama satu tahun, Raden berjuang dengan rasa rendah diri hingga seorang teman mengajaknya untuk belajar fotografi, yang membawanya menemukan kembali kepercayaan diri dan membuka peluang baru sebagai fotografer acara.
Pada tahun 2000, menjelang pernikahannya, Raden menyadari bahwa profesi fotografinya tidak dapat lagi menopang kehidupan keluarga akibat perkembangan teknologi kamera digital yang membuat banyak pelanggan beralih. Hal ini membuatnya berpikir untuk memulai usaha kuliner, mengingat bahwa bisnis makanan cenderung lebih stabil.
Setelah mempertimbangkan berbagai pilihan, Raden akhirnya memutuskan untuk menggeluti usaha madu, berpandangan bahwa madu tidak hanya lezat tetapi juga memiliki manfaat kesehatan. Dia mulai belajar mengenai budidaya lebah di berbagai lokasi, termasuk di THR Djuanda serta Kabupaten Bandung Barat dan Sukabumi.
Dengan modal dari dana pribadi dan dukungan dari berbagai pihak, Raden mendirikan usaha penjualan madu, berfokus pada jenis madu yang dihasilkan oleh lebah *Apis cerana* dan *Trigona*. Meskipun awalnya pasarnya terbatas di Bandung, produknya mulai dikenal berkat keaktifannya di berbagai seminar dan pelatihan.
Dengan bekal pengalaman, produk Madu Raden Ibrahim kini telah menjangkau pelanggan dari Sabang sampai Merauke. Ia dapat menghasilkan pendapatan bulanan minimal Rp5 juta, cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan mendukung pendidikan kedua anaknya. Putra pertamanya sedang menempuh pendidikan di IKIP Siliwangi, sedangkan putra keduanya baru saja lulus dari SMKN 3 Cimahi.
Raden juga menerima dukungan dari PT Pegadaian melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan, yang memberikan pelatihan pemasaran digital, pengemasan, dan akses permodalan. Melalui pelatihan yang didapat, ia mampu meningkatkan bisnisnya dan berpartisipasi dalam pameran UMKM.
Seiring dengan komitmennya pada pengembangan usaha, Raden menunjukkan bahwa meskipun menghadapi keterbatasan, bekerja keras dan beradaptasi dengan perubahan dapat membuahkan hasil yang baik. Pengalamannya mengajarkan pentingnya berjuang meskipun dalam kondisi sulit. Keberhasilan Raden adalah bukti bahwa kemauan keras dan ketekunan dapat membuka jalan menuju kesuksesan.
ANTARA
Perjuangan Raden Ibrahim, Penyandang Tuna Rungu Sudah Sukses Berwirausaha Madu
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
Komentar (0)
Memuat komentar…







