BOGOR –
**Borneonews - Depok**, Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono dan Ririn Farabi Arafiq, mengungkapkan komitmennya untuk melanjutkan program berobat gratis yang menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Mereka menyadari pentingnya program ini bagi masyarakat dan berjanji untuk mempertahankannya agar tetap tersedia. “Warga masyarakat benar-benar membutuhkan program berobat gratis ini. Mereka sangat berharap agar program ini tidak terhenti. Salah satu janji dalam kampanye kami adalah melaksanakan sosialisasi tentang layanan berobat cukup menggunakan KTP saja,” ungkap Imam dalam sebuah diskusi yang diadakan di kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Depok. Imam juga menjelaskan bahwa sejak 1 Desember 2023, Kota Depok telah berhasil mencapai status Cakupan Kesehatan Semesta (*Universal Health Coverage/UHC*), dan saat ini cakupan tersebut sudah mencapai 100 persen. “Program kesehatan, khususnya UHC, merupakan jaminan bagi kesehatan warga Depok. Program ini memberikan akses kesehatan yang sangat baik bagi masyarakat,” tambahnya. Dia menegaskan bahwa komitmen mereka adalah memastikan setiap warga dapat mendapatkan layanan kesehatan hanya dengan menggunakan KTP, tanpa adanya hambatan terkait biaya. Selain fokus pada layanan kesehatan, Imam dan Ririn juga berencana untuk memberikan perlindungan bagi pekerja yang berada dalam posisi rentan. Mereka menyadari bahwa selama ini banyak pekerja, seperti pembimbing rohani, guru ngaji, kiai, ustad, dan pendeta, yang menghadapi risiko tinggi dalam pekerjaan mereka, termasuk yang menggunakan kendaraan umum atau sepeda motor. Oleh karena itu, mereka akan berupaya memastikan semua pekerja tersebut memperoleh jaminan sosial yang layak, termasuk BPJS Ketenagakerjaan. “Dukungan kepada mereka sangat penting karena mereka sering kali bekerja di bawah risiko tinggi,” tegas Imam. Imam juga berkomitmen untuk mengembangkan program-program kesehatan lainnya sehingga setiap lapisan masyarakat dapat memperoleh perhatian dan dukungan yang dibutuhkan. Ia menginginkan agar tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam hal layanan kesehatan maupun perlindungan sosial, terutama bagi pekerja yang selama ini mungkin kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. “Kami bertujuan untuk memastikan tidak ada yang diabaikan, baik dalam layanan kesehatan maupun perlindungan sosial untuk para pekerja,” tutup Imam. ANTARA