JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Budi Arie Setiadi mengungkapkan sejumlah pencapaian penting yang telah diraihnya selama menjalankan tugas sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Dalam keterangan yang disampaikan di Jakarta pada hari Selasa, ia menyebutkan telah mengemban amanah yang diberikan oleh Presiden dengan serangkaian langkah strategis. Salah satu pencapaian utama yang disampaikan Budi Arie adalah penyelesaian pembangunan hampir 6.000 *Base Transceiver Station* (BTS) yang terealisasi pada tahun lalu. Proyek infrastruktur telekomunikasi ini, yang sempat terhenti, kini telah rampung, menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya pengembangan jaringan di seluruh Indonesia. Di samping itu, Kemenkominfo di bawah kepemimpinannya juga berkomitmen untuk menjaga integritas ruang digital di Indonesia. Hal ini tercermin dari usaha keras untuk memberantas praktik perjudian *online*. Sejak 17 Juli 2023 hingga pertengahan September 2024, kementerian ini telah berhasil menutup akses terhadap sekitar 3,4 juta konten yang berhubungan dengan perjudian daring. Menurut Budi Arie, judi *online* tidak hanya berdampak negatif terhadap ekonomi masyarakat dan negara, tetapi juga berpotensi merusak moral bangsa. Budi Arie menegaskan, "Judi *online* bukanlah pendorong menuju cita-cita Indonesia Emas 2045, melainkan sebaliknya, ia berfungsi sebagai penghalang dalam mewujudkan tujuan tersebut." Selanjutnya, Budi Arie juga menyampaikan keberhasilannya dalam mengembalikan dana sebesar Rp3,4 triliun kepada negara dari proyek infrastruktur digital *Hot Backup Satellite* (HBS). Ia berpendapat bahwa Kemenkominfo juga memiliki peran penting dalam mewujudkan pemilihan umum yang damai pada tahun 2024. Informasi yang disampaikan menunjukkan bahwa pelaksanaan pemilu tahun depan diharapkan akan berlangsung lebih kondusif dan sejuk dibandingkan dengan pemilu-pemilu sebelumnya yang diadakan pada tahun 2019 dan 2014. Budi Arie Setiadi dilantik menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika oleh Presiden Joko Widodo pada 17 Juli 2023, mengisi posisi yang sebelumnya dipegang oleh Johnny Gerard Plate. Plate diberhentikan pada 19 Mei 2023 karena terlibat dalam kasus korupsi yang berkaitan dengan proyek pengadaan BTS 4G dan infrastruktur pendukung untuk paket Bakti Kominfo tahun 2020-2022. ANTARA