PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Akhmad Tantowi mengungkapkan bahwa perkebunan kelapa sawit menjadi komoditi utama di wilayah Kalteng.

Hal ini menyebabkan tingginya kebutuhan pupuk yang harus dipenuhi melalui impor, karena produksi pupuk dalam negeri tidak mencukupi.

Sebagian besar pupuk yang diimpor digunakan oleh perusahaan perkebunan besar, bukan oleh perorangan.

"Yang impor pupuk ini kebanyakan adalah untuk perusahaan ya, bukan perorangan," kata Tantowi saat diskusi usai penyampaian berita resmi statistik pada Selasa, 1 Oktober 2024.

Negara asal impor pupuk tersebut biasanya adalah Laos dan Rusia, yang dikenal memiliki kualitas pupuk yang sesuai dengan kebutuhan perkebunan kelapa sawit di Kalteng.

Tantowi juga menyebutkan bahwa ada rencana untuk mengembangkan produksi pupuk lokal guna memenuhi kebutuhan dalam daerah.

"Kemungkinan kedepan akan dirancang bagaimana agar kita bisa membuat sendiri pupuknya untuk memenuhi kebutuhan di dalam daerah," ujarnya.

Namun ia menekankan bahwa produksi pupuk lokal harus memenuhi spesifikasi khusus yang dibutuhkan oleh perkebunan kelapa sawit.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Sri Widanarni mengatakan bahwa kebutuhan pupuk yang tinggi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dan pelaku industri perkebunan di Kalteng.

--page

"Kita memang harus mencari solusi agar pada impor pupuk dapat dikurangi. Salah satu solusi yang diusulkan adalah dengan meningkatkan kapasitas produksi pupuk dalam negeri melalui inovasi dan teknologi," tutur Sri.

Selain itu, lanjutnya,  kerjasama dengan negara-negara penghasil pupuk juga perlu ditingkatkan untuk memastikan pasokan pupuk tetap stabil. Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan dukungan berupa kebijakan yang mendukung pengembangan industri pupuk lokal, sehingga kebutuhan pupuk untuk perkebunan kelapa sawit dapat terpenuhi tanpa harus bergantung pada impor.

"Dengan adanya upaya-upaya tersebut, diharapkan sektor perkebunan kelapa sawit di Kalteng dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian daerah. Tantangan ini juga menjadi peluang bagi pengembangan industri pupuk lokal yang berkelanjutan dan ramah lingkungan," katanya.(TESTI PRISCILLA/R)