BORNEONEWS, Kasongan - Lomba manyumpet atau menyumpit hadir meramaikan peringatan HUT ke-14 Katingan dan HUT ke 71 Kemerdekaan RI.

Lomba menyumpit ini adalah rangkaian dari Festival Penyang Hinje yang digelar 14-17 Agustus 2016 di Komplek Lapangan Sport Center Kasongan.

Menurut pantauan Borneonews, lomba menyumpit itu berlangsung di sekitar Lapangan Sport Center, dan diikuti oleh lebih dari 10 tim dari 13 wilayah kecamatan, Senin (15/8/2016).

Panitia menetapkan dalam setiap tim masing-masing ada tiga peserta, dan mata busur anak panah juga dibatasi sampai hanya tiga biji.

Selain itu peserta lomba manyumpit juga diwajibkan mengenakan pakaian khas adat Dayak.

"Lomba manyumpit ini perlu terus diadakan terutama dalam setiap even seperti ini, sebab ini kan budaya kita orang Dayak yang perlu dilestarikan," kata Yani, seorang pengunjung yang menyaksikan lomba manyumpit. 

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga Budaya dan Pariwisata Kabupaten Katingan Mido S Mahar melalui sekretarisnya, Ransel menuturkan jika dalam Festival Budaya Penyang Hinje Simpei ini bermacam lomba digelar.

Selain lomba manyumpet, juga ada lomba besey kambey (adu kuat dayung perahu), kemudian mangaruhi (menangkap ikan dalam kolam), maupun lawang sakepeng (pencak silat). 

"Pokoknya dalam festival Penyang Hinje Simpei ini ada 10 kategori lomba, termasuk lomba karungut nanti malam," ujar Ransel.

Utuk lomba manyumpet ini, katanya tahun lalu gelar juara diraih oleh kontingen Kecamatan Katingan Hilir.

"Untuk tahun ini kita masih belum tahu apakah dari bagin hilir atau hulu, sebab pertandingan sedang berlangsung," katanya. (ABDUL GOFUR/m)