**Borneonews - Jakarta**, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menyampaikan bahwa harga tiket pesawat yang tinggi di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antara faktor-faktor tersebut adalah harga *avtur*, pajak impor suku cadang pesawat, serta PPN (Pajak Pertambahan Nilai).
Dalam sebuah konferensi pers mengenai kinerja sektor transportasi yang digelar untuk merayakan sepuluh tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, Budi Karya menekankan bahwa masalah ini tidak hanya disebabkan oleh kebijakan pemerintah. Ia menyebutkan ada empat masalah utama yang jika diatasi dapat menurunkan harga tiket pesawat. Salah satunya adalah harga *avtur* yang harus berada pada tingkat yang sama dengan negara lain.
Menhub menegaskan, jika harga bahan bakar pesawat tersebut disamakan dengan negara-negara lain, maka hal ini akan berdampak positif terhadap penurunan harga tiket pesawat di dalam negeri. Mengenai isu ini, Budi Karya mengungkapkan bahwa dirinya telah mengadakan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, untuk membahas langkah-langkah perbaikan harga.
Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan beberapa penyedia layanan *avtur*, karena saat ini hanya ada satu penyedia yang mendominasi harga, yang mengakibatkan terjadinya harga monopoli. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah.
Selanjutnya, Menhub menjelaskan bahwa pajak yang dikenakan pada spare part pesawat yang diimpor menjadi masalah penting lainnya. Menurutnya, spare part di Indonesia dikenakan pajak, sementara negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia tidak mengenakan pajak untuk barang yang sama. Dengan adanya pajak ini, biaya operasional maskapai menjadi lebih tinggi, terutama untuk armada pesawat yang jumlahnya mencapai 400 unit.
Menhub juga memperdebatkan keberlakuan PPN 10 persen terhadap tiket penumpang dan avtur. Ia berpendapat bahwa pengenaan PPN ini kurang relevan, mengingat transportasi udara kini telah menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat. Budi Karya menggarisbawahi bahwa dahulu pesawat dianggap sesuatu yang luar biasa, tetapi saat ini terbang dengan pesawat sudah menjadi hal yang lumrah.
Terakhir, Menhub menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara berbagai pihak yang terlibat. Ia menyatakan bahwa untuk menurunkan harga tiket pesawat secara efektif, semua pihak harus bekerja sama serta memberikan kontribusi dalam menyelesaikan masalah ini.
ANTARA
Menteri Perhubungan Sebut Penyebab Tiket Pesawat Mahal di RI
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Komentar (0)
Memuat komentar…







