BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Tanjungpandan**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung, yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah mengerahkan tim khusus untuk melakukan pemetaan terhadap korban yang terkena dampak bencana alam. Tim ini berfungsi untuk memperlancar penanganan serta penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terdampak di Pulau Gersik, Kecamatan Selat Nasik. Kepala Pelaksana BPBD Belitung, Agus Supriadi, menjelaskan bahwa tim yang ditugaskan terdiri dari beberapa anggota yang memiliki tugas mendata kerusakan pada beberapa bangunan akibat terjadinya *angin puting beliung* yang melanda area tersebut pada hari Ahad, 29 September lalu. Dalam keterangannya, Agus menekankan pentingnya pemetaan ini untuk memastikan bahwa bantuan sosial yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan para korban. Ia menyatakan, “Jangan sampai bantuan sosial, baik berupa logistik maupun makanan, untuk korban bencana *angin puting beliung* tidak tepat sasaran atau tidak sesuai dengan yang dibutuhkan.” Pihaknya berharap agar penyaluran bantuan ini dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Bencana *angin puting beliung* yang terjadi di Pulau Gersik telah menyebabkan kerusakan serius pada puluhan bangunan rumah warga. Musibah ini berlangsung bersamaan dengan hujan deras yang berlangsung selama beberapa jam, menambah kompleksitas situasi yang harus dihadapi oleh penduduk setempat. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun kerugian materil yang dialami oleh warga diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Kerusakan fisik paling parah terlihat pada bagian atap rumah-rumah yang terkena dampak. Selain itu, tim BPBD juga berhasil membersihkan pohon-pohon yang tumbang dan menimpa rumah-rumah penduduk. Bantuan sosial bagi warga yang terdampak bencana alam di Pulau Gersik, yang dihuni oleh ratusan jiwa, akan disalurkan dengan menggunakan kapal nelayan tradisional yang ada di wilayah tersebut. Ini diharapkan dapat mempercepat distribusi bantuan agar dapat segera dirasakan oleh masyarakat. ANTARA