JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, memberikan respons terkait kabar mengenai kemungkinan Politisi Partai Golkar, Meutya Hafid, yang disebut-sebut akan menjabat sebagai menteri dalam Kabinet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Dalam pernyataannya di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Budi Arie mengungkapkan, "Kami mendengar informasi tersebut dari berbagai sumber. Tidak jadi masalah." Ia menegaskan bahwa keputusan mengenai siapa yang akan menduduki posisi tersebut sepenuhnya berada di tangan Presiden dan juga Prabowo. Lebih lanjut, Budi Arie menekankan pentingnya menghormati hak prerogatif presiden terpilih dalam menentukan susunan kabinet. Ia juga menunjukkan sikap terbuka dengan menyatakan kesiapannya untuk beradaptasi dan menerima penugasan di posisi lain jika diperlukan. "Bagi saya, kita siap ditugaskan di mana saja," tambahnya. Nama Meutya Hafid diakui menjadi salah satu nama yang mencuat dalam daftar calon menteri untuk kabinet Prabowo dan Gibran. Pada tanggal 27 September 2023, Meutya Hafid berkunjung ke kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, namun ia menjelaskan bahwa hingga saat ini dirinya belum menerima tawaran untuk posisi kabinet. "Belum, belum ada tawaran. Ya, kita tunggu saja ... he-he-he ..." ungkapnya ketika ditemui di kompleks parlemen Senayan, Jakarta. Budi Arie Setiadi sendiri dilantik sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika pada 17 Juli 2023, mengisi posisi yang ditinggalkan Johnny Gerard Plate. Plate diberhentikan dari jabatannya pada 19 Mei 2023 karena terlibat sebagai terdakwa dalam kasus korupsi yang berkaitan dengan proyek pengadaan *Base Transceiver Station* (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung untuk paket 1, 2, 3, dan 4 dari Bakti Kominfo yang berlangsung antara tahun 2020 hingga 2022. ANTARA