MATARAM –
**Borneonews - Lombok Tengah**, Kepolisian Resort Lombok Tengah yang terletak di Nusa Tenggara Barat saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait video yang menunjukkan tindakan yang diduga melanggar norma kesopanan oleh warga negara asing di Pantai Kuta Mandalika. Video tersebut viral di media sosial dan menarik perhatian publik. Kapolres Lombok Tengah, AKBP Iwan Hidayat, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang memverifikasi kebenaran informasi yang beredar. Mereka berupaya memastikan apakah peristiwa dalam video itu benar-benar terjadi di lokasi yang dimaksud, yaitu Pantai Kuta. "Kami sedang menyelidiki dan mengecek keabsahan video ini," ungkap Iwan saat memberikan keterangan di Lombok Tengah. Sebelumnya, pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat melalui akun media sosial resmi Polres Lombok Tengah. Laporan tersebut menyinggung tentang sepasang kekasih warga negara asing yang dicurigai melakukan perbuatan tidak senonoh tersebut. "Masyarakat menyampaikan informasi melalui media sosial, dan saat ini kami sedang menelusuri kebenaran dari video tersebut," tambahnya. Apabila kejadiannya terbukti terjadi di Pantai Kuta Mandalika, pihak kepolisian menyatakan akan memproses secara hukum individu atau individu-individu yang terlibat dalam tindakan yang tidak senonoh tersebut. "Jika memang benar kejadian itu terjadi di pantai Kuta, kami akan mengambil langkah hukum, karena tindakan ini mencoreng nama baik Lombok Tengah dan sangat bertentangan dengan budaya serta harga diri kita sebagai bangsa Indonesia," tuturnya. Iwan juga menginformasikan bahwa video tersebut awalnya diunggah di platform *Facebook* oleh salah satu pengguna yang sedang menikmati liburan di pantai tersebut. Video ini telah ditonton oleh puluhan ribu pengguna dan menuai banyak kritik dari netizen yang tidak setuju dengan tindakan tersebut. "Proses penyelidikan masih berlangsung. Kami harap masyarakat bersabar dan izinkan kami bekerja. Jika terdapat perkembangan lebih lanjut mengenai kasus ini, kami akan segera memberikan informasi tambahan," kata Iwan menutup keterangannya. ANTARA