JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Menteri Keuangan I Suahasil Nazara baru-baru ini menjelaskan tiga prioritas utama yang akan menjadi fokus pemerintah baru kepada Asian Infrastructure Investment Bank (*AIIB*). Prioritas tersebut adalah pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Presiden *AIIB*, Jin Liqun, yang berlangsung di sela-sela agenda The 2024 AIIB Annual Meeting di Uzbekistan. Suahasil mengungkapkan bahwa Jin Liqun menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap prioritas nasional Indonesia di bawah pemerintahan yang baru ini. Menurut Suahasil, reformasi di ketiga sektor tersebut sangat penting untuk mencapai pembangunan jangka panjang. Ia menekankan bahwa *AIIB* memiliki peran yang signifikan dalam membantu merealisasikan berbagai proyek yang berkaitan dengan sektor-sektor tersebut. Pada kesempatan yang sama, Suahasil juga mengusulkan kepada *AIIB* untuk membuka kantor perwakilan di Indonesia. Usulan ini pun didasari oleh fakta bahwa *AIIB* telah melakukan operasi yang besar di Tanah Air. "Pembukaan kantor perwakilan ini bisa memperkuat keterlibatan dan kolaborasi dengan Indonesia dalam merancang program serta meningkatkan efektivitas pemantauan proyek," tegasnya. Dalam konteks lain, Suahasil menyetujui pentingnya tinjauan terhadap *Project Affected People Mechanism* (PPM) yang telah disampaikan oleh Presiden Jin Liqun. Ia menilai bahwa langkah tersebut esensial untuk memastikan bahwa proyek-proyek infrastruktur yang dibiayai oleh *AIIB* dapat berjalan dengan baik tanpa memberikan dampak negatif signifikan bagi masyarakat yang terkena dampak. "Dukungan terhadap adanya konsultasi publik yang lebih inklusif sangatlah penting. Namun, kita harus memastikan bahwa proses ini tidak menghambat pelaksanaan proyek. Sebaliknya, proses ini harus mampu mempercepat penyelesaian proyek dan mendorong dukungan publik terhadap manfaat yang nyata dari proyek-proyek tersebut," tambah Suahasil. Ia pun berharap agar *AIIB* terus menjadi mitra strategis bagi Indonesia dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang berkelanjutan. Suahasil menganggap bahwa hubungan yang kuat ini harus dilanjutkan, termasuk melalui pembahasan lebih lanjut mengenai keberadaan kantor perwakilan *AIIB* di Indonesia, serta program-program pembangunan lainnya di sektor sosial dan infrastruktur. ANTARA