BORNEONEWS, Muara Teweh - Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut) dituding tidak memerhatikan kondisi SDN 1 Lahei dan SDN 1 Rahaden. Kedua sekolah itu seharusnya mendapatkan perbaikan sekolah karena sudah rusak parah. Sayangnya, sudah tiga kali diusulkan untuk direhab, sampai kini tidak digubris.

"Sekolah-sekolah tersebut sudah menyampaikan usulan untuk direhab, namun sampai saat ini belum diakomodir. Sekolah ini sejak dibangun tidak pernah mendapat perbaikan dari Disdik. Rehab Sekolah ini harusnya menjadi prioritas sebab bangunannya sudah banyak yang rusak,” kata anggota Komisi A DPRD Barito Utara, Hj Sinaryati di Muara Teweh, Senin (15/8/2016).

Sinaryati menyebutkan, dua sekolah itu kondisinya memprihatinkan. Atapnya bocor, plafon runtuh, lantai berlobang, dan meubiler  sudah tidak layak pakai. Tetapi, meski sudah tiga kali disampaikan ke Dinas Pendidikan Barut, bahkan pihak DPRD Barito Utara sudah menyuarakannya, tetapi belum ada tanggapan.

“Sekolah ini untuk kepentingan masyarakat, bangunan sekolah yang ada saat ini sudah kurang layak untuk peserta didik,” katanya.

Sinaryati mengungkapkan, selain bangunan sekolah, rumah dinas guru juga memerlukan perbaikan. Sejak dibangun juga belum pernah mendapat perbaikan. “Harapan kita agar guru-guru yang ditugaskan di desa dapat menjalankan tugasnya dengan baik, dan hal ini juga harus didukung dengan keberadaan rumah dinas guru yang memadai.” (DN/N).