PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Panitia Seleksi Calon Pimpinan dan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Masa Jabatan Tahun 2024 - 2029 telah mengumumkan 10 nama calon pimpinan KPK periode 2024 - 2029.

Pengumuman ini disampaikan melalui Keputusan Panitia Seleksi Nomor: 85/PANSEL-KPK/10/2024, tertanggal 1 Oktober 2024.

Dalam pengumuman tersebut, disebutkan bahwa Panitia Seleksi telah menentukan 10 calon pimpinan KPK berdasarkan urutan abjad nama peserta.

Ke-10 nama tersebut adalah Agus Joko Pramono, Ahmad Alamsyah Saragih, Djoko Poerwanto, Fitroh Rohcahyanto, Ibnu Basuki Widodo, Ida Budhiati, Johanis Tanak, Michael Rolandi Cesnanta Brata, Poengky Indrarti, dan Setyo Budiyanto.

Penentuan 10 calon pimpinan KPK tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan hasil seluruh tahapan seleksi yang telah dilalui para peserta. Tahapan seleksi tersebut meliputi seleksi administrasi, uji kompetensi, dan wawancara.

Keputusan Panitia Seleksi ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Selanjutnya, ke-10 calon pimpinan KPK akan menjalani tahap uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI.

Ketua Panitia Seleksi, Muhammad Yusuf Ateh, berharap agar proses seleksi selanjutnya dapat berjalan lancar dan menghasilkan pimpinan KPK yang berkualitas dan berintegritas.

Pimpinan KPK yang terpilih nantinya akan mengemban amanah untuk memimpin lembaga antirasuah tersebut selama lima tahun ke depan. Mereka diharapkan dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik dalam memberantas korupsi di Indonesia.

Dari kesepuluh nama tersebut salah satunya adalah Kapolda Kalteng Irjen Pol Djoko Poerwanto yang saat ini masih aktif menjabat.

Berikut adalah profil singkat Irjen Pol Djoko Poerwanto:

Djoko Poerwanto merupakan perwira tinggi polisi yang berpengalaman di bidang reserse. Ia menjabat sebagai Kapolda Kalteng sejak 14 Oktober 2023. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kapolda Nusa Tenggara Barat.

Lahir di Pekalongan, Jawa Timur, pada 7 November 1967, Djoko Poerwanto lulus dari Akademi Kepolisian pada tahun 1989, pada tahun 1999 ia mengikuti Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan di tahun berikutnya mengikuti Sekolah Pemimpin (Sespim).

Sepanjang kariernya, ia telah menjabat berbagai posisi penting, termasuk Dirtipidkor Bareskrim Polri, Wadirtipidkor Bareskrim Polri, dan Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri.

Djoko Poerwanto juga tercatat pernah menjabat sebagai Kasubbag Seleksi Ditpers Polda Jambi, Kanit I Reserse Umum Polda Jambi, Kasat II Tipidkor Polda Jambi, Kabag Analis Ditnarkoba Polda Jambi, Kasubdit III Tipidkor Polda Jawa Tengah.

Selanjutnya Djoko dipercaya menjabat Pamen Bareskrim Polri (Penugasan Pada KPK), Kabagops Dittipidkor Bareskrim Polri (2012), Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri (2013), Wadirtipidkor Bareskrim Polri (2018), Dirtipidkor Bareskrim Polri (2019), Kapolda Nusa Tenggara Barat (2021) dan Kapolda Kalimantan Tengah (2023 - Sekarang).

Djoko Poerwanto telah menerima berbagai tanda jasa, termasuk Bintang Bhayangkara Nararya, Satyalancana Jana Utama, Satyalancana Bhakti Pendidikan, dan Satyalancana Pengabdian 8, 16 dan 24 Tahun.

Lolosnya Djoko Poerwanto dalam seleksi capim KPK menunjukkan komitmennya dalam memberantas korupsi. Pengalamannya di bidang reserse diharapkan dapat menjadi aset penting dalam memimpin KPK ke depan. (PATHUR/j)