**Borneonews - Jakarta**, Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memberikan penjelasan terkait pandangannya mengenai penambahan pemain naturalisasi dalam Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Dalam kesempatan yang berlangsung di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rano menegaskan dukungannya terhadap langkah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk menarik pemain keturunan Indonesia bergabung ke dalam tim nasional.
Rano menyampaikan bahwa meskipun dirinya mendukung upaya tersebut, ada mekanisme yang perlu diperhatikan dalam proses naturalisasi. Ia mengungkapkan, "Proses naturalisasi itu harus ada mekanismenya, tidak harus langsung diterima." Pernyataan ini mengingat posisi Rano sebagai Anggota Komisi X DPR RI yang pernah meminta agar ada pembatasan dalam hal naturalisasi pemain sepak bola untuk timnas.
Rano menggarisbawahi pentingnya naturalisasi dalam rangka menghadapi event-event dengan level yang lebih tinggi. "Naturalisasi itu diperlukan karena kita perlu bersaing di level yang lebih tinggi," ujarnya. Namun, ia juga mengingatkan agar penambahan pemain naturalisasi tidak menghalangi kesempatan bagi pemain muda lokal untuk tampil di tim nasional.
Dalam diskusinya, Rano menyatakan, "Saya meminta supaya anak-anak kita tetap memiliki kesempatan. Kita harus memberikan peluang kepada generasi muda." Ia percaya bahwa dengan memperhatikan kedua hal tersebut, keseimbangan antara pemain naturalisasi dan pemain muda bisa terjaga.
Lebih lanjut, Rano mengakui bahwa Indonesia membutuhkan pemain naturalisasi sebagai langkah untuk meningkatkan prestasi tim nasional, terutama di arena internasional. Alhamdulillah saat ini tim U17 dan U20 kita menunjukkan performa yang bagus. Ini bisa menjadi indikator positif dari hasil naturalisasi yang telah dilakukan. Menariknya, anak-anak naturalisasi ini menunjukkan kecintaan kepada Indonesia yang luar biasa," jelasnya.
Sebelumnya, Rano Karno dalam posisi sebagai Anggota Komisi X DPR RI pernah meminta kepada Ketua Umum PSSI saat itu, Mochamad Iriawan, agar tidak terlalu banyak melakukan naturalisasi. Ia khawatir langkah tersebut dapat menghalangi perkembangan pemain muda Indonesia yang berpotensi. Rano menyampaikan hal ini dalam sebuah rapat kerja Komisi X yang membahas pemohonan naturalisasi Shayne Pattynama pada 8 November 2022.
Rano juga menekankan pentingnya memberdayakan pemain muda, dengan menyatakan harapannya agar Indonesia memiliki kesempatan untuk berkembang berkat banyaknya talenta lokal. Dalam upaya mendorong generasi baru dalam dunia sepak bola, Rano berkeinginan untuk membangun pembinaan sejak dini, termasuk dengan mendirikan Sekolah Sepak Bola (SSB).
"Saya ingin memperbaiki sistem pembinaan anak-anak lebih baik dari sebelumnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk menanamkan jiwa sepak bola dari usia dini," jelas Rano. Ia teringat pada pengalaman sebelumnya saat ia memiliki SSB bernama *'SSB Si Doel'*, yang berlangsung selama tiga tahun di Kuningan, Jakarta Selatan.
"Meskipun kami bertahan cukup lama, saya harus mengakui bahwa biaya operasional SSB cukup besar. Biaya sewa lapangan dan kebutuhan latihan lainnya menjadi tantangan tersendiri," ungkap Rano. Ia menekankan bahwa orientasi bisnis dalam SSB perlu terintegrasi dengan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
ANTARA
Rano Karno dukung penambahan pemain naturalisasi di Timnas
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Komentar (0)
Memuat komentar…







