SURABAYA –
**Borneonews - Jember, Jawa Timur**, Pasangan calon petahana Hendy Siswanto dan M. Balya Firjaun Barlaman, yang dikenal dengan sebutan Hendy-Gus Firjaun, menunjukkan komitmen yang kuat untuk menolak eksploitasi tambang emas di kawasan Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Dukungan terhadap penolakan tambang tersebut ditunjukkan secara resmi saat mereka menandatangani surat pernyataan yang bermaterai. Acara penandatanganan ini disaksikan oleh ribuan warga yang hadir dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haflatul Imtihan di Pondok Pesantren Mambaul Ulum 2, yang terletak di Desa Pace, Kecamatan Silo. K.H. Farid Mujib, sebagai pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum 2, mengungkapkan, "Kami mengundang Pak Hendy dan Gus Firjaun untuk menyatakan komitmen mereka menolak tambang emas di Silo. Alhamdulillah, beliau bersedia untuk menandatangani pernyataan tersebut." Pernyataan ini mencerminkan sikap tegas pasangan tersebut terhadap aktivitas pertambangan yang dapat merusak lingkungan. Surat pernyataan yang telah ditandatangani mencantumkan bahwa mereka akan menolak semua bentuk pertambangan, baik itu dengan metode manual maupun dengan teknologi modern, jika terpilih kembali sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jember untuk periode 2024-2029. Pernyataan ini dihasilkan dari kesadaran penuh tanpa adanya tekanan dari pihak manapun. Selain itu, mereka menyatakan siap mempertanggungjawabkan komitmen tersebut di hadapan masyarakat jika ada pelanggaran di masa mendatang. Lebih lanjut, pengasuh pondok pesantren tersebut juga menambahkan bahwa selain penolakan terhadap tambang emas, Hendy-Gus Firjaun berkomitmen untuk memperbaiki pembangunan infrastruktur jalan di kawasan Silo. Mereka juga akan memberikan perhatian khusus kepada pondok pesantren, guru ngaji, dan pengajar di lembaga pendidikan diniyah serta Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). K.H. Farid Mujib mengimbau masyarakat untuk memilih pasangan calon dengan nomor urut 1 dalam pemilihan kepala daerah yang akan datang di Kabupaten Jember. Sementara itu, Hendy Siswanto selaku calon bupati petahana menegaskan sikapnya terhadap penolakan tambang emas tersebut dan menekankan pentingnya menjaga ekosistem yang ada. Ia menunjukkan keprihatinannya terhadap kondisi sungai yang kini semakin dangkal, dan mengingatkan bahwa merusak bumi yang dihuni kini dapat berakibat serius terhadap keseimbangan lingkungan di masa depan. ANTARA