JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengedepankan penggunaan sumber daya genetik (SDG) lokal dalam setiap penelitian yang berkaitan dengan budi daya tanaman. Berdasarkan pernyataan dari Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, Puji Lestari, penekanan pada SDG lokal ini menjadi prioritas utama dalam program penelitian dan inovasi di bidang pertanian. Puji menyatakan, Indonesia yang kaya akan keanekaragaman sumber daya genetik harus memaksimalkan pemanfaatan SDG lokal untuk kepentingan yang lebih luas. Dengan demikian, BRIN berharap dapat melibatkan berbagai pihak termasuk pemerintah daerah, institusi pendidikan, dunia industri, serta organisasi masyarakat dalam penelitian ini. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya genetik dari luar negeri. Dia juga menambahkan bahwa hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Hal ini tidak mengesampingkan aspek ilmiah yang tetap perlu diperhatikan. Menurut Puji, pemanfaatan SDG lokal turut mendukung program-program konservasi, penguatan perlindungan hukum, serta pemuliaan tanaman, baik melalui cara konvensional maupun bioteknologi. Puji lebih jauh menegaskan pentingnya menjaga SDG lokal. Upaya ini tidak hanya meliputi pendaftaran, tetapi juga pemeliharaan dan penggunaan yang berkelanjutan. Menjaga keberadaan SDG lokal sangat krusial bagi ketahanan pangan serta pelestarian kearifan lokal yang berkembang di masyarakat. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN Yudhistira Nugraha menyoroti bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki banyak sumber daya genetik karena posisinya yang terletak di khatulistiwa dan memiliki beragam agroekologi. Dia mencatat, Indonesia setelah Brasil memiliki tingkat biodiversitas yang sangat tinggi, dan ini perlu dieksplorasi lebih lanjut. Jangan sampai pemanfaatan sumber daya genetik hanya terbatas pada aspek material saja. Dari sudut pandang penelitian, Yudhistira mengungkapkan bahwa para peneliti perlu menggali lebih dalam mengenai potensi sumber daya genetik untuk meningkatkan nilai tambah bagi perkembangan bangsa. Untuk memungkinkan pemanfaatan potensi ini oleh negara lain, dia mendorong perlunya regulasi yang melindungi kekayaan intelektual. Yudhistira menambahkan, "Sumber daya genetik yang kita miliki bisa dieksplorasi lebih lanjut melalui bioprospeksi. Penelitian adalah kunci untuk mengungkap potensi ini, dan merupakan kekuatan yang bisa membedakan Indonesia dari negara lainnya." Dengan langkah ini, BRIN berkomitmen untuk terus mengedepankan pemanfaatan SDG lokal, sekaligus memperkuat fondasi penelitian yang berkualitas demi kemajuan bangsa. ANTARA