BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarbaru**, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan baru-baru ini mengumumkan bahwa pada Agustus 2024, jumlah penumpang yang menggunakan transportasi udara di wilayah tersebut mencapai angka 136.812. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 0,68 persen dibandingkan dengan jumlah penumpang yang berangkat pada bulan sebelumnya, yaitu Juli 2024, yang tercatat sebanyak 135.893 orang. Kepala BPS Kalsel, Martin, menjelaskan lebih lanjut bahwa dari jumlah tersebut, sekitar 134.329 penumpang berangkat melalui Bandara Syamsudin Noor. Peningkatan yang terjadi di bandara ini mencapai 0,92 persen jika dibandingkan dengan bulan Juli 2024, yang melayani 133.107 penumpang. Namun, di sisi lain, Martin mencatat adanya penurunan jumlah penumpang yang tiba di provinsi ini melalui bandara, dengan total mencapai 137.292 orang pada Agustus 2024. Angka ini menurun sebesar 12,87 persen dari bulan Juli 2024 yang mencapai 157.574 orang. Hal ini menunjukkan adanya fluktuasi dalam arus kedatangan penumpang udara. Selain itu, Martin juga memperhatikan pertumbuhan signifikan pada sektor angkutan laut. Jumlah penumpang angkutan laut antarpulau yang berangkat dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin tercatat sebanyak 12.876 orang pada Agustus 2024. Angka ini mengalami lonjakan yang cukup drastis, yakni sekitar 43 persen dibandingkan dengan bulan Juli 2024 yang mencatat 9.004 orang. Kemudian, untuk volume barang yang dimuat di Pelabuhan Trisakti pada Agustus 2024, tercatat sekitar 7.180.239 ton. Ini merupakan kenaikan sebesar 5,74 persen dibandingkan dengan Juli 2024, di mana jumlah barang yang dimuat mencapai 6.790.600 ton. Peningkatan ini juga terlihat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, Agustus 2023, yang hanya mencapai 6.786.268 ton, menghasilkan kenaikan sebesar 5,81 persen. Secara keseluruhan, data yang dirilis oleh BPS Kalsel memberikan gambaran yang jelas mengenai dinamika transportasi udara dan laut di provinsi ini, mencerminkan pertumbuhan yang positif dalam beberapa sektor meskipun juga terdapat beberapa penurunan yang perlu dicermati lebih lanjut. ANTARA