JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta mengadakan Pameran Batik Tuban yang merupakan hasil kolaborasi antara Museum Tekstil dan Yayasan Batik Indonesia. Pameran ini bertema “Bangga Berbatik: Pesona Batik Tuban” dan berlangsung di Museum Tekstil yang berlokasi di Jalan KS Tubun, Jakarta Barat. Acara pameran ini diadakan untuk memperingati Hari Batik Nasional pada tahun 2024. Pameran akan berlangsung dari Selasa, 1 Oktober hingga Minggu, 6 Oktober, dan dibuka untuk umum mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana, menjelaskan bahwa pameran ini menyajikan koleksi sebanyak 83 helai kain batik Tuban yang berasal dari Museum Tekstil, Yayasan Batik Indonesia, serta kolektor batik. Iwan mengungkapkan bahwa Tuban dikenal sebagai salah satu pusat pembuatan batik yang memiliki keunikan tersendiri, di mana seluruh proses pembuatan batik, mulai dari penanaman kapas hingga pembuatan kain, dilakukan dalam satu daerah. Iwan juga menekankan pentingnya mengapresiasi kearifan lokal serta keterampilan masyarakat Tuban. Hal ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda, sehingga mereka mau berperan aktif dalam pelestarian kebudayaan nasional, terutama dalam seni batik. Dalam kesempatan tersebut, Iwan menyoroti tentang Hak Atas Kekayaan Intelektual (*Intellectual Property Rights* atau HAKI) yang merupakan isu krusial di dalam penciptaan karya seni, termasuk batik. Batik Indonesia sendiri sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda yang diakui oleh UNESCO. Iwan menambahkan bahwa negara memberikan perlindungan terhadap kekayaan intelektual batik melalui Indikasi Geografis, yang dikelola oleh Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Setelah Batik Nitik dari Yogyakarta, Batik Complongan dari Indramayu, Batik Besurek dari Bengkulu, dan Sarung Batik Pekalongan, kini Batik Tuban juga akan segera mendapatkan pengakuan sebagai Indikasi Geografis. Rangkaian acara pameran ini juga akan meliputi seminar mengenai Batik Tuban dan workshop membatik yang ditujukan bagi siswa-siswa sekolah. Acara pameran ini didukung oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Museum dan Taman Budaya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, yang bekerja sama dengan Yayasan Batik Indonesia. ANTARA