BORNEONEWS, Kapuas - Sekitar 254 warga binaan Rutan Klas IIB Kabupaten Kapuas melaksanakan lomba terompah. Perlombaan olahraga tradisional terompah atau bakiak panjang itu, semua peserta memakai pakaian adat nasional. Acara ini dilaksanakan di dalam rutan, berlangsung di seluruh rutan dan Lapas di Indonesia untuk mencetak rekor Museum Rekor Indonesia (Muri).

"Kegiatan ini dalam rangka memperingati HUT ke-71 Kemerdekaan RI, dilaksanakan di semua rutan maupun lapas di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian Rutan atau Pemasyarakatan Cetak Rekor Muri Tahun 2016," kata Kepala Rutan Klas IIB Kapuas Husaini, Senin (15/8)  pagi.

Agar terlihat lebih semarak dan bergaya serta lucu, semua peserta mengenakan pakaian adat daerah masing-masing. Lomba tersebut diikuti warga binaan pria dan wanita. Satu pasang terompah panjang diikuti oleh lima orang peserta. Kegiatan ini dipandu langsung oleh petugas Sipir Rutan Kapuas dan dikoordinir oleh Husaini, selaku Kepala Rutan Kapuas.

"Setiap warga binaan yang ikut lomba diwajibkan menggunakan baju adat dari daerah sesuai asal sukunya," ungkapnya.

Menurut Husaini, beberapa hari sebelumnya pihaknya juga sudah melaksanakan lomba, seperti lomba tarik tambang, panjat pinang maupun jenis lomba lainnya. Untuk lomba terompah terpanjang dilaksanakan baru tahun ini saja, dan ke depan akan dilaksanakan lomba yang sama. "Sebelumnya kami sudah melaksanakan lomba tarik tambang, panjat pinang dan volly ball bagi warga binaan sebagai rasa kegembiraan akan kemerdekaan RI ke 71 dan puncaknya lomba tarompah."

Dari semua rangkaian yang ada, penyerahan hadiah bagi pemenang lomba dilaksanakan Rabu (17/8), sekaligus memperingati 17 Agustus 2016, pemberian remisi dan adanya kunjungan Bupati Kapuas dan pejabat yang lain ke rutan. "Nanti para pemenang lomba akan menerima hadiahnya saat pemberian remizi oleh Bupati Kapuas sekaligus penyerahan hadiah." (DJEMMY NAPOLEON/N).