**Borneonews - Ambon**, Pemerintah Provinsi Maluku berupaya membuka peluang investasi bagi berbagai pihak dengan tujuan utama menekan angka pengangguran dan meningkatkan kondisi perekonomian di wilayah tersebut. Pj Gubernur Maluku, Sadali Ie, menyatakan bahwa semakin banyak investor yang menanamkan modalnya di Maluku, semakin pesat pula perkembangan daerah ini. Hal ini diharapkan dapat membantu penyerapan tenaga kerja dan pada akhirnya berkontribusi dalam usaha pengentasan kemiskinan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Sadali menerima penghargaan sebagai peringkat kedua dalam Anugerah Layanan Investasi (ALI) Indonesia untuk kategori provinsi se-Indonesia tahun 2024 di Jakarta. Ia menegaskan bahwa saat ini, Pemerintah Provinsi Maluku tengah melaksanakan sejumlah kebijakan terkait layanan investasi. Kebijakan-kebijakan tersebut dirancang untuk memberikan layanan terbaik kepada calon investor yang berminat menanamkan modal di Maluku.
Sadali melanjutkan bahwa peningkatan investasi juga akan berdampak positif terhadap perekonomian daerah. Selain itu, pemerintah daerah juga sangat mengandalkan peran aktif pemerintah kota dan kabupaten dalam mendorong investasi di wilayah mereka masing-masing.
Penjabat Sekretaris Daerah Maluku, Syuryadi Sabirin, menambahkan bahwa untuk mencapai target realisasi investasi, dibutuhkan komitmen dan keseriusan dari para pemimpin di 11 kabupaten dan kota. Ia mengingatkan pentingnya memperhatikan penilaian dari lembaga-lembaga seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Ombudsman, serta Kementerian Investasi/BKPM.
Lebih lanjut, Syuryadi menyebutkan bahwa untuk mendorong datangnya investasi, potensi sumber daya alam dan manusia yang ada di setiap kabupaten dan kota harus dipersiapkan dengan baik. Di awal tahun, target nilai investasi yang ditetapkan memperoleh total mencapai Rp2,48 triliun, yang kemudian dibagi kepada 11 kabupaten dan kota di Maluku.
Para pemimpin daerah diharapkan melakukan evaluasi terhadap realisasi investasi selama semester pertama ini agar dapat memantau kemajuan yang dicapai. Saat ini, terdapat sekitar 200 proyek investasi yang sudah berjalan di Maluku, termasuk sebuah perusahaan pengolahan udang di Weilehi, Batu Tua. Proyek-proyek tersebut diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif terhadap ekonomi tetapi juga berperan dalam menekan angka pengangguran.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Februari 2024, diketahui bahwa jumlah pengangguran di Maluku mencapai 56,54 ribu orang. Diharapkan, dengan adanya investasi yang lebih merata, masalah pengangguran di daerah ini dapat segera diatasi.
ANTARA
Pemerintah Provinsi Maluku Dorong Investasi untuk Tekan Pengangguran
Bagikan:

AMBON –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Komentar (0)
Memuat komentar…







