**Borneonews - Sampit**, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah melalui Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II yang berlokasi di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, telah mengambil tindakan untuk mengevakuasi seekor beruang yang sebelumnya mengganggu kenyamanan warga di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Tindakan ini dilakukan setelah beruang tersebut berhasil ditangkap.
Menurut keterangan Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, penangkapan beruang dilakukan dengan metode manual pada sore hari, di mana tim menggunakan tali laso dan melibatkan banyak petugas. Penangkapan ini merupakan respons terhadap laporan yang diterima sebelumnya, mengenai kemunculan beruang yang meneror warga di Gang Mawar Nomor 88, Jalan Kapten Mulyono, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang selama tiga hari terakhir.
Diketahui bahwa beruang yang dilindungi oleh perundang-undangan tersebut telah memangsa beberapa unggas peliharaan dan bahkan masuk ke area kamar mandi warga. Sebagai langkah antisipasi, BKSDA telah memasang perangkat penangkap beruang di lokasi kejadian untuk menanggulangi masalah ini.
Pada Senin sore, 30 September, terjadi laporan lanjutan dari masyarakat mengenai penampakan beruang di dekat lokasi awal laporan. Warga kemudian menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim. Mengingat risiko bahwa beruang tersebut dapat melarikan diri, sembilan anggota tim gabungan dari BKSDA Resort Sampit, BKSDA Kotim, serta Manggala Agni Daops Pangkalan Bun melakukan upaya penangkapan.
Muriansyah menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan secara manual karena khawatir beruang tersebut akan melarikan diri saat malam tiba, yang dapat menyulitkan pencarian. Walaupun ukuran beruang ini tidak terlalu besarhanya sedikit lebih besar dari kucing anggora dewasaproses penangkapannya cukup menegangkan dan menjadi perhatian warga setempat.
Upaya penangkapan tidak berjalan mulus; satwa tersebut sempat melarikan diri hingga ke tepi jalan raya, namun berhasil ditangkap berkat penggunaan tudung saji bekas yang ditemukan di sekitar tempat kejadian. Muriansyah sangat mengapresiasi dukungan dari Disdamkarmat Kotim dan Manggala Agni Pondok Kerja Sampit atas kerjasama yang baik yang memfasilitasi penangkapan ini.
Beruang yang diperkirakan berada dalam tahap remaja itu kemudian dibawa ke kantor Manggala Agni Daops Pangkalan Bun sambil menunggu tenaga medis dari BKSDA Kalteng SKW II untuk melakukan evakuasi. Muriansyah menambahkan bahwa saat ini di Kotim belum ada fasilitas konservasi yang memadai untuk perawatan satwa yang dilindungi.
Dari pihak BKSDA Kalteng, Polisi Hutan (Polhut) Sugih Trianto menjelaskan bahwa setelah tiba di Pangkalan Bun, beruang tersebut akan diperiksa oleh dokter hewan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi fisik dan perilaku satwa tersebut. Terkait pelepasan maupun rehabilitasi, keputusannya akan bergantung pada hasil pemeriksaan kesehatan.
Jika beruang tersebut mengalami luka atau menunjukkan perilaku yang menunjukkan kebiasaan diberi makan oleh manusia, maka kemungkinan akan diperlukan waktu rehabilitasi yang cukup lama sebelum dapat beradaptasi kembali ke lingkungan liarnya. Sebaliknya, jika kondisinya sehat dan mampu mencari makan secara mandiri, proses pelepasan bisa dilakukan dengan segera di area konservasi.
Warga setempat, Repelita Budiyanto, merasa lega setelah penangkapan beruang tersebut. Selama beberapa hari, ia dan keluarganya merasa cemas dan sulit tidur nyenyak karena ancaman yang ditimbulkan oleh satwa tersebut. Budiyanto menyatakan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh petugas yang cepat tanggap terhadap laporan yang disampaikan, sehingga insiden yang mengganggu ketenteraman keluarganya dapat teratasi dengan baik.
ANTARA
BKSDA Evakuasi Beruang yang Meneror Warga Sampit ke Pangkalan Bun
Bagikan:

PALANGKARAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Penyelundupan 65 Cartridge Diduga Etomidate di Rutan Salemba Digagalkan
NU Kalteng Ingatkan Penyampaian Aspirasi Harus Santun dan Jaga Persatuan
LDII Kalteng Tekankan Gotong Royong untuk Penanganan Karhutla
Agustiar Sabran Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan Hadapi Karhutla
Bupati Kobar Bermalam di TNTP, Tinjau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Adyos/Yayang Sabet Perunggu para Tenis Meja Ganda Putra Kelas MD8
Komentar (0)
Memuat komentar…







