JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta Selatan**, Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) di Jakarta Selatan berinisiatif untuk memberikan edukasi kepada siswa-siswa di daerah tersebut. Edukasi ini bertujuan agar mereka memanfaatkan *media sosial* dalam memasarkan produk yang mereka hasilkan. Ferdinand Renald, Kepala Seksi Industri Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan, menyatakan bahwa penting bagi generasi muda untuk memiliki pola pikir yang kreatif setelah menyelesaikan pendidikan mereka. Ia menekankan, "Setelah lulus, anak-anak harus mampu memikirkan bagaimana cara untuk mendirikan usaha sendiri." Teknologi saat ini telah mengalami perkembangan yang signifikan, terutama dengan hadirnya *media sosial* yang dapat digunakan tidak hanya untuk pemasaran, tetapi juga untuk mempromosikan produk sebagai seorang *afiliator*. Ferdinand menjelaskan, melalui platform ini, para pemuda dapat merancang produk yang unik dan menarik, sehingga dapat bersaing di pasaran. "Saat ini, kita hanya perlu fokus pada bagaimana menciptakan produk yang berkualitas," imbuhnya. Dalam hal ini, Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan berencana menawarkan pelatihan yang ditujukan kepada lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan mereka agar lebih siap ketika memasuki dunia kerja. Ferdinand menyoroti bahwa siswa sering kali hanya berharap pada penempatan kerja yang sesuai dengan jurusannya dan dikhawatirkan melewatkan peluang untuk menjadi seorang wirausaha. "Keterbatasan ruang di pasar kerja sesuai jurusan mereka membuat kami berharap mereka mau mengeksplorasi kemungkinan baru yang bisa menjadi lahan usaha," ujarnya. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pelaku usaha, khususnya dalam hal teknik pemasaran. Melalui edukasi tersebut, mereka akan diajarkan mengenai cara menarik perhatian konsumen melalui pengambilan foto yang menarik, video, serta teknik penulisan yang efektif. Sebelumnya, Dinas PPKUKM DKI Jakarta melakukan kolaborasi dengan Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) untuk memanfaatkan aplikasi *e-order*. Melalui aplikasi tersebut, mereka dapat menyerap produk-produk Jakpreneur untuk keperluan konsumsi dalam rapat-rapat rutin di seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta, tingkat pengangguran terbuka di DKI Jakarta per Februari 2024 tercatat sebesar 6,03 persen, yang setara dengan 328 ribu individu yang menganggur. Situasi ini semakin mendesak perlunya inovasi dan kewirausahaan di kalangan generasi muda. ANTARA