BORNEONEWS, Kobar - Ulah para begal menyaru jadi aparat Satpol PP, di kawasan Sport Center, Sampuraga Baru, Kotawaringin Barat (Kobar) sudah meresahkan. Para begal ini mengincar muda-mudi berpacaran. Saat beraksi bermodus mengaku anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP, para begal ini mengancam membawa korban ke kantor Satpol PP. Petugas gadungan ini, memaksa meminta dan merampas harta benda korban, seperti HP, uang dan perhiasan.


Salah satu korbannya, Bagus, warga Desa Pasir Panjang, kepada Borneonews, menceritakan, baru-baru ini ia bersama pacarnya duduk-duduk di kawasan Sport Center, Sampuraga Baru, sekitar pukul 21.00 WIB, tiba-tiba muncul seorang pria yang langsung membentak-bentak dan mengaku dari Satpol PP Kobar. Ia mengancam akan membawa Bagus dan pasangannya ke kantor Satpol, Bagus tidak bisa berbuat apa-apa saat pelaku begal meminta dua unit HP layar sentuh miliknya.


"Saat itu saya minta tidak dibawa ke kantor Satpol, orang itu langsung meminta HP saya," papar Bagus, Senin (15/8/2016).


Korban lainnya, Agus mengungkapkan hal yang sama, bahkan Agus saat itu dibawakan kayu berukuran besar, padahal ia hanya duduk-duduk tidak melakukan hal-hal negatif. Ia pun kehilangan HP dan uang Rp2 juta. "Ia datang dengan membawa kayu, apalagi orangnya tinggi besar dan bentak-bentak."


Kasi Ops Satpol PP Kobar, Supiansyah mengatakan, pihaknya dalam hal ini merasa sangat merugikan, pasalnya pelaku dalam menjalankan aksinya mengaku-ngaku sebagai anggota Satpol PP. Anak buahnya sudah melakukan pengintaian dan penyisiran di kawasan Sport Center tetapi belum membuahkan hasil. "Kami merasa dirugikan dengan mencatut nama Satpol PP, kami terus pantau kasus ini dengan menyisir kawasan itu saat patroli rutin."


Salah satu anggota Satpol PP, Kobar, Muksin menjelaskan, aksi begal itu sudah meresahkan. Ia memprediksi aksi korban sudah memakan puluhan korban, sehingga pihaknya terus berupaya menangkap pelaku. Ia mengakui hingga saat ini masih belum membuahkan hasil. "Sudah banyak korban yang melapor, tetapi kami belum berhasil mengungkap pelakunya." (KOKO SULISTYO/N).