JAKARTA –
**Borneonews - Yerevan** Rusia kini menempati posisi sebagai salah satu dari tiga negara terkemuka dalam pengembangan *kecerdasan buatan* (AI). Pernyataan ini disampaikan oleh Perdana Menteri Mikhail Mishustin dalam sebuah forum yang berlangsung di Armenia. Mishustin menegaskan bahwa capaian ini menunjukkan bahwa Rusia memiliki keunggulan dalam bidang digitalisasi. Dalam pengembangan proyek nasional baru, pemerintah Rusia akan tetap fokus pada teknologi yang berbasis pada kecerdasan buatan. Ia melanjutkan, sebagaimana diungkapkan oleh Presiden Vladimir Putin, bahwa terobosan dalam sektor ini memiliki makna yang sangat signifikan. Kompetisi antarnegara dalam penguasaan teknologi AI semakin ketat, di mana negara-negara yang memiliki solusi inovatif di bidang ini akan mendapatkan keunggulan yang tidak dapat disaingi dalam proses digitalisasi. Saat ini, menurutnya, hanya ada tiga negara di dunia yang berada dalam kategori tersebut. Perdana Menteri Rusia juga mengungkapkan bahwa saat ini Rusia telah memiliki dua model bahasa besar (*large language model*). Selain itu, negara itu tengah membangun kluster kalkulasi yang ditujukan untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi kecerdasan buatan. Ia juga menjelaskan bahwa terdapat sejumlah pusat penelitian di berbagai universitas Rusia yang aktif melakukan studi dan riset di bidang AI. Rusia berkomitmen untuk membangun dasar yang kuat agar dapat bersaing secara efektif dalam perkembangan kecerdasan buatan di masa mendatang. Forum Ekonomi Eurasia yang diadakan di Yerevan berlangsung dari tanggal 30 September hingga 1 Oktober 2024 dan bertepatan dengan peringatan satu dekade penandatanganan Perjanjian Uni Ekonomi Eurasia (*EAEU*). Acara tahun ini diikuti oleh para kepala pemerintahan dari negara-negara anggota EAEU. ANTARA