**Borneonews - Makassar**, Ideologi Pancasila berperan sebagai fondasi yang vital dalam menjaga keberagaman di Indonesia. Ideologi ini tidak hanya relevan pada waktu sekarang, tetapi juga berfungsi sebagai penangkal terhadap berbagai potensi konflik yang dapat terjadi.
Menurut Dr. Hurriah Ali Hasan, seorang akademisi dari Universitas Muhammadiyah Makassar, di tengah berbagai tantangan ideologi serta ancaman radikalisme dan intoleransi, keberadaan Pancasila tetap memiliki kekuatan. Dia menekankan bahwa seringkali Indonesia menghadapi paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, termasuk kemunculan gerakan ekstremis. Situasi ini mengingatkan pada tantangan yang dihadapi masyarakat ketika menghadapi gerakan G30S/PKI yang merusak ketentraman.
Walaupun masyarakat Indonesia semakin maju dan pluralis, tantangan terhadap kemajemukan suku, agama, dan golongan tetap ada. Masih terdapat potensi untuk memecah belah kehidupan sosial masyarakat. Dalam konteks ini, Pancasila memainkan peran penting dalam mencegah kemungkinan terjadinya konflik, berkat prinsipi *Bhinneka Tunggal Ika* yang tercantum di dalamnya. Hal ini mempertegas bahwa Pancasila adalah dasar yang kuat untuk merawat dan menghargai keberagaman di Indonesia.
Lebih lanjut, prinsip keadilan sosial yang diusung oleh Pancasila menjelaskan sasaran pembangunan masyarakat yang lebih adil. Namun, dalam realitasnya, lambang pembangunan yang ada, yaitu *Garuda Pancasila*, belum sepenuhnya tercapai dan dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat secara merata. Oleh karena itu, pada kesempatan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, negara seharusnya mengevaluasi pencapaian yang telah diraih dan berupaya mengembalikan semangat kebangsaan sesuai dengan amanah UUD 1945.
Sementara itu, Dr. Hadawiah Hatita dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar juga mengekspresikan pandangannya mengenai relevansi Hari Kesaktian Pancasila di era sekarang. Dalam pandangannya, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini bukanlah sekadar aspek fisik, melainkan ancaman ideologis dan disintegrasi sosial, yang dapat dipicu oleh radikalisme dan intoleransi. Pengaruh informasi yang kadang menyesatkan di platform media sosial juga menjadi tantangan tersendiri yang perlu dihadapi bersama.
Dalam peringatan kali ini, penting untuk menekankan pesan persatuan, toleransi, dan kebhinekaan. Di tengah situasi global yang semakin terpolarisasi, menjaga nilai-nilai Pancasila seperti *gotong-royong*, keadilan sosial, serta kemanusiaan yang adil dan beradab harus menjadi prioritas. Hal tersebut akan berfungsi sebagai tameng dalam menghadapi tantangan kontemporer, yang termasuk polarisasi politik dan ancaman terhadap demokrasi.
Setiap peringatan Hari Kesaktian Pancasila bertepatan dengan pelantikan anggota DPR yang baru. Momen ini memiliki makna tersendiri, sebagai pengingat bagi para wakil rakyat untuk berkomitmen pada Pancasila sebagai dasar negara. Anggota legislatif diharapkan dapat menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran dengan sebaik-baiknya, sekaligus menjadi pengawal Pancasila.
Kehadiran mereka di parlemen diharapkan bisa memperkuat kebijakan yang berdasar pada nilai-nilai Pancasila, mencakup keadilan sosial, persatuan nasional, dan kesejahteraan rakyat. Pelantikan 580 anggota DPR RI yang bersamaan dengan peringatan ini menjadi momentum penting harapan masyarakat agar para legislator yang baru dapat bekerja lebih efektif dan berintegritas. Mereka diharapkan bisa menjawab tantangan bangsa dengan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Dr. Hadawiah menegaskan bahwa Kesaktian Pancasila bukan hanya sekadar berkaitan dengan sejarah masa lalu, melainkan memiliki relevansi yang mendalam terhadap ideologi saat ini untuk masa depan Indonesia yang lebih baik, adil, dan sejahtera.
ANTARA
Pancasila sebagai Pilar Keberagaman dan Penangkal Konflik
Bagikan:

MAKASSAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Lewis Hamilton Tercepat dalam Sesi Latihan Bebas GP Amerika Serikat
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







