SURABAYA –
**Borneonews - Magetan**, Pemerintah Kabupaten Magetan melaksanakan kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Acara ini berlangsung di kawasan Monumen Soco, yaitu monumen yang didedikasikan bagi para korban kekejaman pemberontakan PKI Madiun pada tahun 1948, yang terletak di Desa Soco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Dalam pelaksanaan bakti sosial tersebut, bantuan sosial berupa sembako atau bahan pangan disalurkan kepada warga setempat, terutama bagi kalangan lanjut usia. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen dan kepedulian sosial dari pemerintah kepada masyarakat Magetan, khususnya di Desa Soco. Pj Bupati Magetan, Nizhamul, menyatakan, "Bantuan sembako ini merupakan wujud perhatian pemerintah kepada warga." Penyerahan bantuan sembako tersebut dilakukan setelah upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, yang dirayakan setiap tanggal 1 Oktober. Nizhamul berharap bantuan yang diberikan dapat mengurangi beban hidup masyarakat dan turut meningkatkan kesejahteraan mereka. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini, berharap kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi amal bagi semua yang terlibat. Monumen Soco dipilih sebagai lokasi peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap tahunnya karena memiliki nilai sejarah yang mendalam. Di tempat tersebut terdapat dua peninggalan penting, yaitu bekas sumur Soco yang digunakan untuk mengubur jasad para korban kekejaman PKI Madiun dan sebuah gerbong kereta api yang dikenal dengan nama *Kertopati*. Gerbong ini difungsikan untuk mengangkut para korban sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam sumur. Di dalam sumur yang kini telah dibangun menjadi monumen, ditemukan sebanyak 108 mayat, yang terdiri dari tokoh masyarakat, ulama, dan warga setempat, yang telah kehilangan nyawa akibat penyiksaan oleh pengikut PKI. Upacara peringatan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk anggota Forkopimda Magetan, kepala OPD, jajaran ASN, serta tokoh masyarakat di lingkungan Pemkab Magetan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengingat sekaligus penghormatan kepada para korban serta menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan di masyarakat. ANTARA