**Borneonews - Jakarta**, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah mengungkapkan bahwa trayek muatan dan armada kapal dalam program *Tol Laut* mengalami peningkatan yang signifikan. Peningkatan ini terutama terjadi di wilayah 3TP, yaitu daerah yang tertinggal, terdepan, terluar, dan kawasan perbatasan. Hal ini bertujuan untuk mendukung distribusi logistik yang lebih efisien di seluruh Indonesia.
Menhub menjelaskan bahwa program *Tol Laut* dimulai pada tahun 2015, di mana pada awalnya terdapat hanya 3 trayek. Namun, hingga tahun 2024, jumlah trayek tersebut telah berkembang pesat menjadi 39 trayek. Hal ini mencerminkan upaya pemerintah dalam memperluas konektivitas antara wilayah barat dan timur Indonesia.
Dari segi armada, jumlah kapal yang digunakan dalam program ini juga menunjukkan kemajuan yang signifikan. Pada tahun 2015, hanya terdapat 3 kapal yang beroperasi, sedangkan pada tahun 2024 jumlahnya telah meningkat menjadi 39 kapal. Begitu pula dengan jumlah pelabuhan singgah, yang pada tahun 2015 hanya berjumlah 11 pelabuhan. Saat ini, pada tahun 2024, angka tersebut telah melonjak menjadi 114 pelabuhan.
Selama satu dekade melayani masyarakat, program *Tol Laut* tidak hanya menunjukkan peningkatan dari segi jumlah trayek dan armada kapal, tetapi juga dalam hal muatan. Pada tahun 2015, muatan yang diangkut hanya mencapai 30 ton atau setara dengan 88 TEU. Namun, pada tahun 2024, jumlah muatan berhasil meningkat menjadi 989,75 ton dengan 31.878 TEU, menandakan adanya efisiensi yang lebih baik dalam distribusi barang.
Menhub juga menjelaskan bahwa inisiatif untuk meluncurkan *Tol Laut* dipicu oleh kondisi kurang optimalnya angkutan logistik di wilayah timur, yang sering kali disertai dengan disparitas harga yang cukup tinggi. Melalui kehadiran program ini, pemerintah berkomitmen untuk mendukung pembangunan daerah 3TP dan mencegah kelangkaan barang serta mengurangi perbedaan harga di berbagai wilayah.
Kementerian Perhubungan terus berupaya melakukan perbaikan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program *Tol Laut* agar kehadirannya dapat dimanfaatkan secara maksimal. Dalam upaya tersebut, Kemenhub selalu terbuka untuk menerima masukan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat.
Keberadaan program ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru di daerah-daerah yang sebelumnya terhambat oleh terbatasnya akses transportasi. Selain berfungsi sebagai sarana transportasi, *Tol Laut* juga berperan sebagai jembatan kemanusiaan, menghubungkan pelosok negeri terutama dalam mendukung kegiatan keagamaan dan pengiriman bantuan kemanusiaan saat terjadi bencana alam.
Dalam konteks logistik, *Tol Laut* tidak hanya berperan dalam mengirimkan barang ke daerah-daerah terpencil, tetapi juga berfungsi untuk mengangkut hasil produksi lokal kembali ke pusat-pusat konsumsi, sehingga dapat menghasilkan siklus ekonomi yang lebih sehat dan berkelanjutan. Menhub berharap adanya kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah agar fungsi angkutan *Tol Laut* dapat dimaksimalkan, baik dalam hal pengiriman barang maupun dalam mendukung promosi hasil produksi lokal.
ANTARA
Peningkatan Signifikan Trayek dan Armada Kapal Tol Laut di Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Komentar (0)
Memuat komentar…







