BORNEONEWS, Kotim - Para veteran pejuang di Kabupaten Kotawaringin Timur berharap pemerintah memerhatikan nasib mereka. Tidak muluk-muluk mereka meminta pemerintah membangunkan markas sebagai wadah perkumpulan para veteran.
“Memang selama ini di halaman rumah saya menjadi tempat berkumpul para teman-teman veteran, meski hanya bangunan sederhana, tapi manfaatnya sangat berarti bagi kami. Kami harap tempat yang sudah kita jadikan markas cabang legium veteran di Sampit ini, bisa mendapatkan perhatian Pemerintah untuk membangunkannya,” ungkap Welan (87), Ketua Legium Veteran Kotim, di Sampit, Senin (15/8/2016).
Sebagai tempat berkumpul atau silaturrahim para veteran, mereka memanfaatkan Markas Cabang Legium Veteran RI, di Jalan Perkutut 2 Sampit di salah satu rumah anggota veteran.
Pada Senin, Wakil Bupati Kotim M Taufiq Mukri bersama Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kotim, Bima Ekawardana bersama unsur TNI berkunjung ke kediaman para veteran sebagai rangkaian memperingati HUT ke-71 Kemerdekaan RI. Kegiatan seperti ini rutin dilakukan pemerintah daerah setiap tahun.
Di sela pertemuan itu, Taufiq Mukri mengaku akan berupaya memenuhi keinginan para veteran Kotim. Sebab, mereka merupakan pelaku sejarah yang turut berjuang membawa kemerdekaan bangsa ini, sehingga sangat layak pemerintah mengabulkan keinginan mereka.
“Kami sangat bangga dengan semangat beliau, walaupun markas tempat mereka berkumpul masih numpang dengan bangunan apa adanya. Ini juga menjadi bahan pertimbangan kita, dan harapan kita akan dibenahi sesuai dengan permohonan oleh mereka, kita minta mengajukan proposal dan akan kita penuhi,” kata Taufiq.
Peringatan HUT RI 2016 ini merupakan momentum bersejarah dan sangat tepat untuk mengingat kembali sejarah bangsa ini dengan tetap merajut rasa kebersamaan, menghormati serta menghargai para pejuang untuk turut ikut merayakan hari kemerdekaan tersebut.
“Sebagai bentuk penghargaan dari pemerintah kami berupaya bahwa para pejuang kita di Kotim terdata semua. Memang kita kesulitan mendata karena mereka banyak terpencar di pedalaman, ada juga tidak mau didaftarkan sebagai pejuang, padahal mereka merupakan pejuang. Tapi kita tetap memberikan penghargaan pada beliau semuannya dan kita tetap mengenangnya,” papar Taufiq.
Sementara itu, Kepala Dinsosnakertrans Kotim, Bima Ekawardana mengakui kegiatan ini memang merupakan agenda rutin tahunan setiap memperingati hari kemerdekaan RI maupun hari pahlawan. Meski bantuan yang diberikan tidak bergitu banyak, namun setidaknya bisa memberikan manfaat dan bantuan untuk meringankan kebutuhan para veteran.
“Tahun ini ini kita melakukan silaturahmi ke para veteran di lima tempat, wilayah Gatot Subroto ada tiga. Di Ketapang ada dua tempat. Memang kita prioritaskan pada para veteran yang sudah agak sepuh agak tua dan kondisinya kurang sehat,” tandas Bima. (FI/N).








