JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), mengekspresikan keyakinan bahwa program "Gerakan Maghrib Mengaji" yang mereka tawarkan dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi tingkat kenakalan remaja. Fenomena negatif yang sering kali melibatkan anak muda, seperti tawuran, geng motor, dan penggunaan narkoba, menjadi perhatian utama mereka. Dalam pernyataannya, Sekretaris Tim Pemenangan Ridwan Kamil-Suswono, Basri Baco, menyampaikan bahwa masjid dirancang untuk berfungsi sebagai *safe house* atau rumah aman bagi remaja. Ia menyatakan bahwa saat ini banyak remaja yang terjebak dalam perilaku menyimpang, seperti terlibat dalam tawuran dan penyalahgunaan zat terlarang. Program Maghrib Mengaji bertujuan untuk menghidupkan kembali tradisi membaca Al Quran dengan mengajarkan materi dasar melalui Iqra dan Al Quran. Adalah Ridwan Kamil yang sudah menerapkan program ini semasa menjabat Gubernur Jawa Barat. Menariknya, program serupa juga pernah diperkenalkan oleh pendahulunya di Jakarta, Anies Baswedan. Basri Baco menjelaskan lebih lanjut, bahwa salah satu tujuan dari program ini adalah menggantikan kebiasaan anak-anak berkumpul di masjid antara waktu magrib hingga isya dengan aktivitas yang lebih bermakna. "Daripada mereka terpaku pada *gadget*, lebih baik kita arahkan untuk belajar atau mengaji," ujarnya. Ia juga merespons pernyataan calon gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang menganggap bahwa program ini akan memberikan beban tambahan bagi siswa. Basri dengan tegas membantah dengan menjelaskan bahwa siswa tetap menjalani kegiatan belajar seperti biasa, hanya saja mereka diwajibkan untuk mengaji di masjid, mushala, atau dengan guru ngaji setelah tiba di rumah. Ke depan, pelajar akan diberikan buku monitoring oleh sekolah untuk mencatat kegiatan mengaji mereka. Buku tersebut mencakup detail waktu mengaji, tanda tangan guru ngaji, serta persetujuan dari orang tua. Program Maghrib Mengaji tidak hanya berfokus pada pengembangan karakter anak-anak, tetapi juga berusaha meningkatkan kesejahteraan guru ngaji. Pemerintah Provinsi Jakarta berencana memberikan honorarium bagi para pengajar tersebut untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Basri mengungkapkan, "Tentu saja, kami memperhatikan kesejahteraan para guru ngaji ini. Mereka akan mendapatkan honor sebagai pengakuan atas kontribusi mereka." Program ini pertama kali dicanangkan oleh Ridwan Kamil pada acara yang diadakan di Warung Makan Gratis, Warakas, pada hari Jumat, 20 September. Dalam kesempatan itu, Ridwan Kamil, yang akrab disapa Kang Emil, menegaskan bahwa kegiatan mengaji akan menjadi bagian dari tugas sekolah bagi anak-anak. Menurutnya, gubernur akan mengatur seluruh hal terkait pelaksanaan program ini, sehingga guru ngaji di Jakarta mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah. "Pemerintah akan memastikan semua anak muslim di Jakarta wajib mengaji, guna mencapai keseimbangan antara perkembangan fisik dan spiritual mereka," tuturnya. Dengan demikian, kesinambungan guru ngaji akan terjaga, dan dukungan anggaran untuk program ini akan tersedia. Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah menetapkan pasangan Ridwan Kamil-Suswono sebagai nomor urut 1, Dharma Pongrekun-Kun Wardana sebagai nomor urut 2, serta Pramono Anung-Rano Karno sebagai nomor urut 3 dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta. ANTARA