JAKARTA –
**Borneonews - Hamilton, Kanada**, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dijadwalkan mengadakan sidang darurat pada Rabu, 2 Oktober, untuk membahas peningkatan ketegangan antara Lebanon dan Israel. Sidang ini diharapkan dapat memberikan respons terhadap situasi yang semakin memanas di kawasan tersebut. Misi Permanen Swiss, yang saat ini menjabat sebagai presiden dewan secara bergilir, mengonfirmasi bahwa sidang akan dimulai pukul 10 pagi waktu setempat, atau waktu New York. Permintaan untuk dilakukannya sidang ini berasal dari Prancis, yang berupaya agar isu ini mendapatkan perhatian mendalam dari para anggota dewan. Setelah dimulai dengan format terbuka, sidang akan berlanjut ke sesi tertutup yang diperuntukkan bagi konsultasi antarnegara anggota. Hal ini dilakukan guna membahas langkah-langkah apa yang sebaiknya diambil sebagai respons terhadap situasi yang terus berkembang. Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB juga telah mengadakan sidang darurat pada 20 dan 24 September untuk membahas krisis yang terjadi di Lebanon. Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat setelah serangan yang dilakukan oleh Iran terhadap Israel pada malam hari, 1 Oktober. Laporan yang diterima dari Israel menyatakan bahwa Iran telah meluncurkan sekitar 200 rudal sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, serta pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah. Pada tanggal 27 September, Israel turut melancarkan serangan udara yang menargetkan Nasrallah dan beberapa komandan Hizbullah di pinggiran selatan Beirut. Ismail Haniyeh dilaporkan tewas dalam serangan saat sedang melakukan kunjungan ke Teheran di akhir bulan Juli. Ketegangan yang terjadi merupakan suatu gambaran kompleksitas konflik yang melibatkan berbagai aktor di region tersebut, dan memerlukan perhatian serta solusi dari komunitas internasional. ANTARA