MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Sosiolog dari Universitas Hasanuddin, Dr. Sawedi Muhammad MSc, mengungkapkan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang berdekatan dengan pelantikan anggota DPR RI seharusnya menjadi momen refleksi bagi mereka yang terpilih sebagai wakil rakyat. Menurutnya, para anggota legislatif diharapkan dapat menginternalisasi semangat Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Sawedi menegaskan pentingnya sikap tanggung jawab yang harus diemban oleh para wakil rakyat. Mereka diharapkan menjadi teladan, serta mampu memberikan perlindungan dan pengayoman kepada seluruh rakyat, bukannya justru menjadi beban atau mengedepankan kepentingan pribadi. Pernyataan ini disampaikan sebagai kritik terhadap banyaknya kasus yang melibatkan anggota DPR RI di masa lalu, yang seringkali tertangkap terjerat dalam berbagai kasus kejahatan, seperti korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan manipulasi. Ia menekankan bahwa perilaku-perilaku semacam itu harus dihindari. Dalam menjalankan tugasnya, legislator harus mengambil pedoman dari nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, yang seharusnya tidak mentolerir tindakan zalim serta praktik-praktik korruptif dan manipulatif. Harapan ini menjadi patokan bagi seluruh anggota DPR RI untuk menjauhkan diri dari gaya hidup hedonis serta pamer kemewahan yang dibiayai dengan fasilitas negara. Sawedi menekankan bahwa mereka harus menjalankan peran mereka dengan menjadikan Pancasila sebagai panduan hidup. Dengan demikian, cita-cita para pendiri bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang aman, sejahtera, dan berkeadilan dapat tercapai. Selanjutnya, dalam konteks peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Sawedi menilai bahwa momen ini selalu memiliki relevansi dengan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia. Peringatan yang jatuh setiap tanggal 30 September ini bukan hanya sekadar peristiwa rutin, melainkan juga simbol kekuatan Pancasila sebagai ideologi yang telah menjadi penangkal ancaman dari ideologi-ideologi lain yang ingin mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Pancasila, menurut Sawedi, terbukti sakti karena mampu menangkal berbagai bentuk pemberontakan dan konspirasi politik yang ingin mengganti dasar negara dengan ideologi-ideologi yang tidak sejalan dengan nilai-nilai bangsa. Sebagai ideologi yang inklusifdan terbuka, Pancasila berfungsi sebagai perekat bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, memberikan ruang bagi beragam identitas sosio-kultural yang telah ada secara turun temurun di tanah air. “Pancasila telah menjadi fondasi kontrak sosial yang kuat, melekat di setiap elemen kebangsaan dan menjadi sumber penerang sepanjang sejarah perjuangan bangsa Indonesia,” tuturnya. ANTARA