PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sumber daya manusia (SDM) yang andal merupakan elemen kunci dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Demi meningkatkan kualitas SDM dalam upaya pengendalian karhutla, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Pengendalian Perubahan Iklim Wilayah Kalimantan (BPPI Wil Kalimantan) mengadakan bimbingan teknis (Bimtek) bagi Manggala Agni di wilayah Kalimantan III/Pangkalan Bun.

Bimtek ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada 1-2 Oktober 2024, di Markas Manggala Agni Daops Kalimantan III/Pangkalan Bun. Sebanyak 40 personel Manggala Agni dan 20 personel dari Masyarakat Peduli Api (MPA) dari berbagai desa turut serta dalam kegiatan ini.

Dalam dua hari pelatihan, para peserta dibekali dengan materi-materi penting yang menunjang tugas mereka di lapangan, seperti penanganan darurat bencana menggunakan Incident Command System (ICS), pengelolaan sampah, pembuatan kompos untuk pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB), serta pengenalan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

"Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas semua pihak yang terlibat dalam pengendalian karhutla, baik Manggala Agni maupun MPA, sehingga pengendalian di lapangan bisa lebih efektif," ungkap Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan III, Binsar Oktavianus Togatorop.

Selain itu, materi terkait dasar-dasar pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dan keselamatan kerja (K3) juga disampaikan oleh narasumber berkompeten, mengingat pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan saat bertugas di lapangan.

--page


Dalam kesempatan yang sama, Binsar menegaskan bahwa upaya pencegahan dan deteksi dini tetap menjadi fokus utama dalam pengendalian karhutla. 

"Peningkatan patroli, baik mandiri maupun terpadu, serta pendekatan lebih intensif kepada masyarakat melalui program Manggala Agni Pendamping Desa (MAPD) terus dilakukan," tambahnya.

Pada acara tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Barat juga turut berkontribusi dengan membagikan 50 bibit pohon alpukat dan anggur kepada peserta, khususnya anggota MPA. Pembagian ini merupakan langkah awal dalam mempromosikan metode pembukaan lahan tanpa bakar.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Barat, Kris Budi Hastuti, menjelaskan bahwa serasah hasil pembukaan lahan sering kali menjadi kendala bagi petani karena tingginya biaya pengerjaan.

"Dengan memanfaatkan limbah pertanian untuk dijadikan kompos, petani bisa membuka lahan tanpa harus membakar," jelasnya.

Dalam pelatihan ini, para peserta juga diajarkan cara pembuatan kompos organik dengan memanfaatkan limbah serasah hasil tebasan lahan. Praktik ini bertujuan untuk mendorong penggunaan pupuk organik dalam pertanian.

"Melalui pelatihan ini, kita juga ingin mengajak masyarakat untuk menghijaukan bumi dengan pupuk organik hasil buatan sendiri, sehingga kita dapat mewujudkan kedaulatan pangan," pungkas Kris.

Semangat dan antusiasme para peserta terlihat semakin meningkat saat mereka berlatih memproduksi pupuk kompos organik. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengendalian karhutla serta mendukung pertanian ramah lingkungan di wilayah Kotawaringin Barat. (DANANG/Y)