**Borneonews - Teheran**, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengungkapkan bahwa peluncuran serangan rudal terhadap Israel dilandasi oleh prinsip *hak pembelaan diri yang sah* bagi negaranya. Ia menegaskan bahwa Iran akan memberikan "tanggapan tegas" terhadap segala bentuk "agresi" yang dilakukan oleh Israel.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui platform X pada tanggal 1 Oktober, Pezeshkian menggarisbawahi bahwa tindakan rudal ini diambil demi melindungi kepentingan dan keselamatan warga negara Iran. Ia meminta agar Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyadari bahwa meskipun Iran tidak menginginkan perang, negara tersebut akan mempertahankan diri melawan setiap ancaman yang muncul. Ini hanya sedikit gambaran dari kekuatan kami. Hentikan upaya untuk memicu konflik dengan Iran, tegasnya.
Serangan rudal yang diluncurkan Iran tersebut bertujuan langsung ke arah Israel, dan terjadi di saat ketegangan antara kedua negara semakin meningkat. Pernyataan dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menunjukkan bahwa serangan ini merupakan balasan atas pembunuhan Ismail Haniyeh, Hassan Nasrallah, dan Abbas Nilforoshan. Haniyeh, yang merupakan mantan pemimpin Hamas, dilaporkan terbunuh di Teheran pada bulan Juli. Sementara itu, Nasrallah yang juga mantan pemimpin Hizbullah, tewas di Beirut pada tanggal 27 September bersamaan dengan komandan IRGC, Nilforoshan.
IRGC menekankan bahwa serangan rudal ini merupakan bentuk pembelaan yang sah bagi negara Iran berdasarkan ketentuan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mereka juga memperingatkan bahwa jika Israel melakukan balasan, konsekuensi yang lebih menghancurkan akan menanti. Dalam pernyataan lebih lanjut, IRGC melaporkan bahwa tiga pangkalan militer Israel di Tel Aviv telah terkena serangan rudal.
Saat ini, informasi mengenai apakah rudal tersebut mencapai target yang ditetapkan, dan apakah terdapat korban atau kerusakan yang ditimbulkan, masih belum diketahui. Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa juga mengeluarkan pernyataan yang menyebut serangan ini sebagai respons yang "legal, rasional, dan sah" terhadap apa yang mereka sebut sebagai "tindakan teroris" Israel.
Dalam perkembangan terkait, Jafar Yazerlu, juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran, mengumumkan bahwa semua penerbangan domestik akan dibatalkan hingga pukul 10:00 pagi waktu setempat pada 2 Oktober, demi menjaga keselamatan penerbangan. Ia menjelaskan, Mengingat situasi di wilayah ini dan adanya serangan rudal, semua penerbangan di negara ini dibatalkan untuk keselamatan. Jadwal penerbangan yang baru akan dirilis kemudian.
ANTARA
Iran Lakukan Serangan Rudal ke Israel sebagai Pembelaan Diri
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







