JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia mengimbau semua pihak untuk menahan diri di tengah situasi yang semakin memprihatinkan di Timur Tengah. Seruan ini disampaikan setelah Israel melancarkan serangan darat ke Lebanon pada Selasa, 1 Oktober, diikuti dengan peluncuran ratusan rudal oleh Iran ke wilayah Israel pada hari yang sama. Juru Bicara II Kemlu RI, Rolliansyah Soemirat, menekankan pentingnya peran Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (*PBB*) untuk menggelar pertemuan khusus. Pertemuan tersebut diharapkan dapat membahas perkembangan terkini di kawasan dan menghasilkan keputusan yang efektif untuk meredakan ketegangan yang semakin meningkat. Rolliansyah menyatakan bahwa Indonesia sangat prihatin dengan kemungkinan terjadinya perang berskala lebih besar dalam waktu dekat. Melalui pesan singkatnya, ia menegaskan kekhawatiran tersebut dan menyerukan agar semua pihak dapat berupaya mencegah eskalasi konfrontasi di kawasan tersebut. Selain itu, keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Lebanon menjadi perhatian utama bagi pemerintah. Rolliansyah menambahkan bahwa proses evakuasi bagi WNI yang berada di zona rawan tengah berlangsung. Kementerian Luar Negeri juga memastikan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di kawasan Timur Tengah terus melakukan koordinasi intensif dan komunikasi dengan seluruh WNI yang ada di masing-masing wilayah. Sebelumnya, pada pagi hari yang sama, Israel melakukan serangan darat ke Lebanon setelah melaksanakan serangan udara besar-besaran sejak 23 September. Serangan ini diketahui telah mengakibatkan kematian sekitar seribu orang, serta melukai lebih dari 2.700 orang lainnya. Sebagai respons terhadap situasi tersebut, Iran meluncurkan ratusan rudal balistik ke Israel. Tindakan ini merupakan balasan atas kematian beberapa tokoh penting, termasuk pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah; pemimpin politik kelompok Hamas, Ismail Haniyeh; serta komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (*IRGC*), Abbas Nilforoushan. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan bahwa meskipun pemerintah Iran tidak mencari konflik dengan Israel, mereka akan mengambil sikap tegas menghadapi segala jenis ancaman. ANTARA