MATARAM –
**Borneonews - Lombok Tengah**, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan melalui penyaluran bantuan berupa tandon air dalam upaya menangani dampak kekeringan yang berpotensi terjadi selama musim kemarau pada tahun 2024 di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, Ridwan Maruf, mengungkapkan bahwa daerah ini akan mendapatkan sebanyak 20 tandon air untuk membantu penanganan kekeringan yang diantisipasi. Tandon air yang disalurkan memiliki kapasitas mencapai 5.300 liter dan ditujukan untuk masyarakat yang kesulitan dalam mendapatkan akses air bersih selama musim kemarau mendatang. Ridwan Maruf menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan inisiatif BNPB untuk memperkuat upaya penanganan kekeringan di Lombok Tengah. BPBD berencana untuk melakukan pemetaan dan seleksi terhadap wilayah-wilayah yang menjadi prioritas akibat dampak kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih, mengingat jumlah tandon yang diterima cukup terbatas. Selain tandon air, BPBD juga menerima berbagai jenis bantuan lainnya, termasuk lampu *tower*, mesin pompa air, tenda komando, dan peralatan lainnya. Total terdapat delapan jenis bantuan yang diterima, sementara untuk biaya pengadaan air bersih, BPBD mengajukan proposal sebesar Rp 200 juta. Dari informasi yang diperoleh, kondisi kekeringan telah dirasakan di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Praya Timur, Pujut, Praya Barat, Praya Barat Daya, dan Jonggat. Dalam rangka penanganan kekeringan, telah disiapkan total 300 tangki air bersih yang dianggarkan melalui APBD. Sampai saat ini, BPBD Lombok Tengah telah berhasil mendistribusikan 56 tangki air bersih, dan angka ini diperkirakan akan meningkat, mengingat sejumlah desa di wilayah tersebut telah mulai mengajukan permohonan untuk mendapatkan bantuan air bersih. Ridwan Maruf menambahkan bahwa permintaan untuk bantuan air bersih mulai menunjukkan peningkatan. ANTARA