JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, La Ode Ahmad P. Bolombo, menekankan pentingnya penerapan hasil pelatihan bagi aparatur desa yang mengikuti Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (*P3PD*). Ia mengingatkan bahwa pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan perlu diterapkan secara langsung di lapangan. Pelatihan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman peserta mengenai berbagai aspek, baik yang bersifat tematik maupun dalam hal pengembangan kompetensi manajerial dan kepemimpinan. "Peserta diharapkan untuk mempraktekkan ilmu dan wawasan yang mereka peroleh dalam mendukung pelaksanaan pemerintahan desa, perencanaan pembangunan, dan peningkatan pelayanan publik," jelas La Ode. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memajukan dan memberdayakan desa melalui kebijakan yang direncanakan dengan baik. Menurutnya, upaya ini mencakup dukungan kebijakan yang terstruktur dari pusat hingga desa. "Kami berupaya memampukan dan memajukan desa dengan menyusun perencanaan yang menyeluruh, baik jangka panjang, menengah, maupun tahunan," tambahnya. La Ode juga menjelaskan bahwa pelatihan peningkatan kapasitas aparatur desa merupakan langkah konkret dari pemerintah untuk memperkuat kinerja aparatur desa. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah agar mereka dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam mengelola pemerintahan desa dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Ia memberikan penghargaan kepada semua peserta yang menunjukkan komitmen tinggi selama proses pelatihan. Harapannya, semangat tersebut dapat terus terjaga hingga pelatihan selesai. "Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparat desa dan pengurus kelembagaan, sehingga pengetahuan yang didapat akan bermanfaat saat mereka kembali ke komunitas mereka," jelasnya. Pelatihan tersebut berlangsung di Jawa Barat dengan dihadiri oleh 656 peserta dari 164 desa di tujuh kabupaten, yaitu Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Pangandaran, Sumedang, Karawang, Purwakarta, dan Tasikmalaya. Diharapkan, hasil dari pelatihan ini akan memberikan dampak positif terhadap kemajuan desa serta meningkatkan kualitas aparatur di wilayah tersebut. ANTARA