JAKARTA –
**Borneonews - Berlin**, Menteri Luar Negeri Slovenia, Tanja Fajon, telah menyerukan kepada pemerintah Israel agar segera menghentikan serangan militer yang dianggap tidak proporsional di wilayah Gaza dan Lebanon. Pada hari Selasa, Fajon secara langsung menyampaikan pesannya kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dengan mengatakan, “Netanyahu, hentikan perang.” Dalam pernyataannya, Fajon menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya jumlah korban sipil dan potensi terjadinya konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Ia menggarisbawahi situasi yang mengkhawatirkan di lapangan, di mana lebih dari satu juta orang sudah terpaksa mengungsi akibat dari konflik yang berkepanjangan ini. "Kami meminta semua pihak untuk menahan diri dari melancarkan serangan darat, menjaga keselamatan warga sipil, dan menghindari eskalasi lebih lanjut dalam perang,” jelas Fajon kepada *Anadolu* selama kunjungannya di Berlin. Lebih lanjut, Fajon menjelaskan bahwa negara-negara anggota Uni Eropa sangat memperhatikan peningkatan ketegangan yang terjadi di Lebanon dan terus berupaya untuk mencapai gencatan senjata kemanusiaan secepatnya. Ia menegaskan bahwa apa yang sedang terjadi di Gaza, termasuk pelanggaran terhadap hukum internasional dan pembunuhan terhadap warga sipil yang tidak bersalah — termasuk anak-anak dan wanita — adalah suatu hal yang sangat memprihatinkan. “Situasi ini semakin memburuk dan yang kita saksikan hari ini adalah seruan mendesak dari seluruh Uni Eropa, terutama negara saya, untuk segera menghentikan kekerasan di lapangan, melindungi warga sipil, dan menghormati hukum internasional,” tambah Fajon. Ketegangan antara Israel dan kelompok Hizbullah dari Lebanon meningkat setelah serangan Israel yang mengakibatkan tewasnya Sekretaris Jenderal Hizbullah, Hassan Nasrallah, beserta sejumlah komandan utamanya. Kementerian Kesehatan Lebanon mengungkapkan bahwa setidaknya 1.057 orang tewas dan 2.950 orang lainnya mengalami cedera akibat serangan yang dilakukan Israel selama dua minggu terakhir. Hizbullah dan Israel telah terlibat dalam bentrokan lintas perbatasan sejak dimulainya serangan Israel di Gaza. Serangan tersebut telah menewaskan hampir 41.600 orang dan melukai lebih dari 96.000 lainnya. Situasi di Jalur Gaza semakin parah, dengan laporan mengenai Israel menghadapi dugaan genosida di Mahkamah Internasional akibat tindakan perang yang dilakukan, yang menyebabkan jutaan warga Palestina terpaksa mengungsi dan menghadapi kelaparan serta kekurangan akses terhadap bantuan medis dan kebutuhan dasar lainnya. ANTARA