JAKARTA –
**Borneonews - Istanbul**, Kementerian Luar Negeri Rusia dengan tegas mengutuk operasi darat yang dilancarkan oleh Israel di Lebanon. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa (1 Oktober), Rusia meminta agar pemerintah Israel segera menghentikan semua tindakan permusuhan dan menarik pasukannya dari wilayah Lebanon. Rusia juga menekankan pentingnya upaya damai untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah. Mereka menggambarkan invasi yang dilakukan oleh Israel sebagai tindakan yang "sifat gabungan," di mana semua cabang angkatan bersenjata turut terlibat, dan memperkirakan bahwa jumlah korban akan terus bertambah seiring dengan berlanjutnya konflik ini. Lebih lanjut, Kementerian Luar Negeri Rusia mengingatkan bahwa serangan yang berlangsung dapat memicu eskalasi kekerasan yang lebih besar di seluruh kawasan Timur Tengah. Dalam pernyataan tersebut, Rusia menyatakan solidaritasnya kepada pemimpin dan rakyat Lebanon yang menjadi korban agresi bersenjata tersebut. Mereka juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga dan rekan-rekan para korban yang telah kehilangan nyawa. Sejak 23 September, Israel telah melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Lebanon dengan fokus utama pada kelompok Hizbullah. Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan ini telah menewaskan lebih dari 1.000 orang dan melukai setidaknya 2.900 individu. Di antara korban yang jatuh, terdapat beberapa pemimpin Hizbullah, termasuk sekertaris jenderal kelompok tersebut, Hassan Nasrallah. ANTARA