**Borneonews - Kuala Lumpur**, Rais Amm Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, menyatakan bahwa keberadaan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di luar negeri berfungsi sebagai perwakilan atau duta bangsa yang berperan penting dalam membantu penguatan NU serta negara asal.
Dalam sambutannya pada acara Maulidur Rasul yang digelar oleh PCINU Malaysia di Kuala Lumpur, Miftachul Akhyar menekankan bahwa meskipun PCINU beroperasi jauh dari Indonesia, perjuangan mereka dalam menghidupkan nilai-nilai NU dan menjaga ikatan komunitas tetap menjadi tantangan tersendiri. Menurutnya, usaha tersebut tidak mudah, terutama ketika dilakukan di negeri orang.
Setiap upaya yang dilakukan mungkin tidak mendapatkan 'tepuk tangan' di negara asalnya, tetapi penghargaan dan pahalanya tidak kalah dibandingkan dengan yang berjuang di Jakarta atau Surabaya. Mereka berada di luar negeri untuk mencari kehidupan yang lebih baik sembari tetap berjuang untuk jamiah sebagai bagian dari tanggung jawab kita, ungkapnya.
Pelaku NU, lanjutnya, merupakan kumpulan orang yang terikat oleh kaidah serta aturan yang termaktub dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Hal ini bertujuan untuk mengembangkan suatu organisasi yang sistematis dan dapat menjadi kebanggaan bersama.
Miftachul Akhyar kemudian menambahkan bahwa Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Hermono, juga merasa terbantu dengan adanya perwakilan NU yang aktif di negara tersebut. Ini suatu hal yang luar biasa, ujarnya saat mengikuti acara yang disiarkan secara daring.
Ia juga menyoroti bahwa, di tengah perantauan, rasa rindu akan tanah kelahiran tetap menggelora di hati warga Nahdiyin yang berada di Malaysia. Miftachul menyebutkan bahwa hal ini mirip dengan pengalaman Rasulullah SAW yang juga merindukan kampung halamannya saat berada di Madinah.
Apakah Anda merindukan rumah selama berada di sini? Semoga jika sudah mencapai kesuksesan, Anda dapat kembali. *Allahuma Aamiin*, katanya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan wujud penghormatan terhadap sosok yang senantiasa memikirkan umatnya. Khususnya, Miftachul menyatakan pentingnya mempelajari dan memperkuat iman dengan menelusuri perjuangan Nabi dalam dakwah, yang tidak lepas dari ancaman dan tantangan.
Sebagai utusan terakhir yang datang untuk menyempurnakan agama *samawi*, Nabi Muhammad SAW tentunya telah dipersiapkan untuk menghadapi rintangan. Namun, tetap dibutuhkan upaya bertahap untuk mencapai kesuksesan yang diharapkan.
Miftachul Akhyar menegaskan bahwa Nabi Muhammad tidak berjuang sendirian. Nabi-nabi sebelumnya juga mengalami tantangan serupa. Oleh sebab itu, mendengarkan kisah para pendahulu menjadi signifikan, yang juga menjadi alasan diadakannya haul dan peringatan Maulid Nabi.
Acara Maulidur Rasul di Kuala Lumpur dihadiri oleh keluarga besar NU di Malaysia, termasuk Rais Syuriyah PBNU Mohammad Nuh, Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono, Koordinator Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Kuala Lumpur Wisnu Krisnamurthi, serta Rais Syuriyah PCINU Malaysia Kyai Abdul Bari.
Selain itu, KH Miftachul Akhyar mengadakan kunjungan resmi ke Malaysia pada 30 September dan 1 Oktober 2024, serta bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis dalam hubungan kedua negara. Ia juga menjadi pembicara utama di Forum Serantau Yapiem, yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi mandiri melalui kerja sama antar negara-negara serantau.
ANTARA
Rais Amm PBNU Tekankan Peran PCINU Sebagai Duta Bangsa
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Komentar (0)
Memuat komentar…







