BORNEONEWS, Palangka Raya - Polisi mendatangkan tim Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri Surabaya untuk menyelidiki penyebab kebakaran Pasar Baru A, Komplek Pasar Besar, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Halmahera, Palangka Raya, Selasa (16/8/2016). Kebakaran itu menyebabkan 200-250 toko milik pedagang hangus.
Rencananya tim akan melakukan pemeriksaan pada Rabu (17/8/2016) bersama tim Inafis Polda dan Polres Palangka Raya.
"Rencananya besok tim Labfor datang untuk memeriksa dan menyelidiki di lokasi kebakaran," ujar Kapolres Palangka Raya AKBP Lili Warli, disela-sela memantau pemeriksaan sejumlah saksi di Mapolsek Pahandut.
Belum diketahui pasti berapa kerugian dari kebakaran yang terjadi selama tiga jam lebih ini. Namun perkiraan sementara mencapai miliaran rupiah. Polisi juga sebelumnya memeriksa dua saksi kemudian bertambah menjadi tujuh saksi.
"Kerugian sementara ditaksir miliaran rupiah. Saksi sebelumnya dua orang, kini bertambah jadi tujuh yang dimintai keterangan. Mulai dari penjaga malam, pengelola, pemilik toko warung makanan dan pakaian," ucap Lili.
Lili menambaahkan. tim labfor nantinya melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di lokasi yang diduga titik awal kebakaran, selain memeriksa barang bukti yang diamankan sebelumnya juga berbagai sudut bangunan.
"Nanti titik diduga awal api akan diperiksa menyeluruh termasuk juga nanti dengan barang bukti yang diamankan berupa meteran listrik, kompor dan lainya," katanya.
Kebakaran hebat terjadi di pasar baru A sekitar pukul 04.00 WIB. Api berkobar lebih cepat karena toko milik pedagang yang terbakar kebanyakan menjual pakaian, kain, makanan, hingga toko emas.
Api bisa dipadamkan sekitar pukul 07.00 WIB. Sulitnya pasokan air dan ramainya pedagang yang mengevakuasi dagangan membuat situasi pemadaman berjalan terlambat, ditambah lorong masuk menuju TKP sempit. (WAHYUDI HENDRA/m)








