KUPANG –
**Borneonews - So'e, Nusa Tenggara Timur**, Presiden Joko Widodo mengemukakan bahwa air merupakan unsur krusial yang mendukung kemakmuran di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam pandangannya, akses terhadap air yang memadai menjadi syarat bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Karena alasan tersebut, pemerintah telah menginvestasikan waktu dan sumber daya untuk membangun infrastruktur bendungan selama satu dekade terakhir. Dalam kunjungannya ke Bendungan Temef yang terletak di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Jokowi menekankan pentingnya air bagi sektor pertanian. "Air sangat vital; tanpa air, kita tidak bisa bertani. Dengan adanya air, kita dapat menanam berbagai jenis tanaman seperti padi, singkong, dan jagung," ungkapnya saat meresmikan bendungan tersebut yang sudah dimulai pembangunan sejak tahun 2017. Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa keberadaan air sangat berpengaruh terhadap kemakmuran warga NTT. "Tanpa adanya air, jangan pernah membayangkan NTT dapat menjadi provinsi yang makmur dan sejahtera," lanjutnya. Dia menyatakan bahwa selama sepuluh tahun terakhir, pemerintah telah berhasil membangun empat bendungan yang strategis di wilayah tersebut, yaitu Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Bendungan Rotiklot di Belu, Bendungan Napunggete di Kabupaten Sikka, serta Bendungan Temef sendiri. Saat ini, pemerintah juga sedang mengerjakan dua bendungan tambahan untuk meningkatkan kapasitas irigasi di NTT. Bendungan Manikin yang berlokasi di Kabupaten Kupang dan Bendungan Lambo yang berada di Kabupaten Nagekeo sedang dalam proses pembangunan. Dengan semakin banyaknya bendungan yang dibangun, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat. Jokowi optimis bahwa dengan adanya sumber air yang cukup, petani dapat melakukan panen lebih dari sekali dalam setahun; dari yang sebelumnya hanya satu kali panen kini bisa menjadi dua hingga tiga kali panen. Dengan memperhatikan semua keuntungan yang dapat diperoleh melalui pengelolaan air, Jokowi menekankan bahwa bendungan menjadi salah satu proyek prioritas pemerintah di NTT, jauh lebih banyak dibandingkan dengan provinsi lainnya. Keberadaan bendungan ini diharapkan bukan hanya dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di daerah tersebut. ANTARA