MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, saat ini tengah melakukan identifikasi terhadap rekaman video yang viral. Video tersebut menunjukkan sepasang warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam tindakan tidak senonoh di pesisir Pantai Kuta Mandalika. Kepala Satuan Reserse Kriminal, Iptu Luk Luk Il Maqnun, menjelaskan bahwa pihaknya sedang berupaya melakukan *profiling* terhadap individu-individu yang terlihat dalam video tersebut. Ia menegaskan pentingnya mengidentifikasi WNA yang terlibat dalam insiden yang mencoreng citra pariwisata lokal ini. Iptu Luk Luk juga menambahkan, upaya identifikasi tidak hanya berhenti pada para WNA, tetapi juga meliputi orang yang pertama kali mengunggah video ini di platform media sosial. "Kami juga sedang melakukan *profiling* terhadap pengunggah awal dan individu yang merekam kejadian tersebut," ungkapnya. Setelah identitas para pihak terkait berhasil ditemukan, pihak kepolisian akan mengirimkan surat undangan untuk meminta klarifikasi. "Begitu kami mendapatkan identitas mereka, kami akan memanggil untuk memberikan keterangan," ujarnya. Iptu Luk Luk menegaskan bahwa penanganan terhadap kasus ini tidaklah berawal dari aduan masyarakat. Sebaliknya, polisi bergerak proaktif setelah melihat video yang telah menyebar luas dan menarik perhatian ribuan pengguna media sosial. "Saat ini belum ada laporan resmi dari masyarakat, tetapi kami merasa perlu mengambil tindakan karena video tersebut telah menjadi viral," jelasnya. Video yang berdurasi 29 detik ini menunjukkan adegan sepasang WNA yang diduga berbuat mesum di tepi Pantai Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah. Banyaknya komentar dari masyarakat dalam berbagai platform media sosial menunjukkan rasa keprihatinan dan kecaman terhadap tindakan mereka, yang jelas bertentangan dengan citra Pulau Lombok sebagai destinasi wisata halal. ANTARA