**Borneonews - Jakarta**, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong, mengungkapkan adanya peningkatan yang signifikan dalam jumlah sekolah yang menerima penghargaan Adiwiyata. Pada tahun ini, terdapat 720 sekolah yang mendapatkan penghargaan ini, meningkat sebesar 30,43 persen dari 552 sekolah pada tahun sebelumnya.
Dari total tersebut, sebanyak 208 sekolah berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri yang tersebar di 22 provinsi, sedangkan 512 sekolah lainnya mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional dari 31 provinsi yang berbeda. Alue menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan peningkatan jumlah sekolah ini mencerminkan komitmen yang lebih besar dalam menerapkan praktik serta perilaku yang ramah lingkungan di lingkungan sekolah.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa implementasi praktik baik dan perilaku ramah lingkungan ini diharapkan secara langsung dapat memberikan dampak positif pada kualitas lingkungan hidup di sekolah dan sekitar. Dengan pencapaian ini, Alue berharap dapat memperkuat upaya Indonesia dalam mencapai target *Sustainable Development Goals* (SDGs) pada tahun 2030. Selain itu, upaya ini juga menjadi langkah penting dalam mempersiapkan bangsa menuju Indonesia Emas di tahun 2045 dan mencapai netralitas karbon pada tahun 2060 atau lebih awal.
Alue mengungkapkan bahwa ke depan, mulai tahun 2024, akan ada pengembangan lebih lanjut yang bertujuan agar lebih banyak sekolah, dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA), dapat menerapkan inovasi dalam mendukung Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).
Dalam konteks tantangan pengelolaan lingkungan hidup yang semakin kompleks, pendidikan lingkungan di sekolah memiliki peran yang sangat penting dan strategis. Menurut Alue, pendidikan lingkungan hidup seharusnya tidak hanya fokus pada pengetahuan mengenai isu-isu lingkungan, tetapi juga harus mampu menumbuhkan sikap peduli, keterampilan, dan perilaku nyata dalam menjaga lingkungan.
Pendidikan lingkungan hidup tidak hanya mengandalkan aspek kognitif, tetapi juga pentingnya aspek afektif dan psikomotorik, ungkap Alue. Ia menekankan bahwa dengan memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada siswa tentang lingkungan, hal ini akan membentuk kader Adiwiyata yang berfungsi sebagai agen perubahan (*agents of change*) untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
Lebih lanjut, Alue menekankan pentingnya pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga menengah sebagai kunci dalam mengubah pola pikir masyarakat. Sekolah sebagai institusi pendidikan memegang peranan penting dalam melakukan transformasi perilaku, membentuk karakter, dan menghasilkan generasi penerus yang peduli terhadap lingkungan hidup.
Pendidikan lingkungan juga merupakan proses berkelanjutan yang seharusnya diterapkan sepanjang hayat dan memiliki dampak signifikan untuk masa depan planet kita. Semakin awal kita menanamkan kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup, semakin besar peluang kita untuk menciptakan dunia yang lebih baik dan lingkungan yang berkelanjutan, tutup Alue.
ANTARA
Peningkatan 30,43 Persen Sekolah Penerima Penghargaan Adiwiyata
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







