PEKANBARU –
**Borneonews - Siak**, Pejabat Sementara Bupati Siak di Provinsi Riau, Indra Purnama, telah melaksanakan panen perdana semangka yang dihasilkan dari lahan tidur seluas 4 hektare. Dalam kegiatan ini, kelompok tani yang bernama "Maju Bersama" berhasil memanen sekitar 50 ton semangka, menunjukkan potensi maksimal dari pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak terpakai. Indra Purnama menyampaikan kebanggaan dan memberikan apresiasi kepada kelompok petani "Maju Bersama" atas keberhasilan mereka dalam mengelola lahan tersebut. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan lahan kosong di daerah ini untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta memberikan dampak ekonomi positif, yang diperkirakan bisa mencapai ratusan juta rupiah. "Saya sangat senang melihat keberhasilan panen semangka ini. Semoga langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi kelompok petani lainnya untuk memanfaatkan lahan kosong yang ada di wilayah kita," ujar Indra Purnama saat menyaksikan panen. Wangsa, selaku ketua kelompok petani "Maju Bersama," menjelaskan bahwa lahan yang digunakan adalah hasil pinjaman dari pemerintah daerah. Lahan itu terletak di depan Kantor Bupati Siak dan sebelumnya tidak dimanfaatkan dengan baik. Kelompok tani ini menyewa lahan tersebut dari Pemkab Siak dengan biaya Rp6 juta untuk periode tiga tahun. Meskipun baru terbentuk selama setahun, mereka telah aktif mengelola beberapa lokasi pertanian lainnya di daerah seperti Buatan, Dayun, Empang Pandan, dan Sungai Betung. "Waktu pertumbuhan semangka ini cukup cepat, hanya memerlukan 55 hari untuk mencapai panen, dan ini adalah panen perdana kami di lahan ini," ungkap Wangsa. Ia juga menambahkan bahwa dengan estimasi hasil 50 ton dalam sekali panen, mereka dapat melakukan hingga enam kali panen dalam satu tahun. "Jadi, kami dapat memperkirakan total hasil sekitar 300 ton dalam setahun," lanjutnya. Wangsa menyampaikan bahwa semangka yang ditanam merupakan jenis non-biji dengan merek Amara, yang merupakan hasil persilangan dengan varietas *Inul Inden*. Dari hasil panen ini, pihaknya memperkirakan keuntungan yang diperoleh bisa mencapai antara Rp150 juta hingga Rp200 juta, dengan harga jual sekitar Rp5.000 per kilogram. ANTARA